Indo. J. Chem. Res., 2018, 6(1), 51-58 1 51 BIOSORPSI ION LOGAM KADMIUM (Cd 2+ ) PADA BIOSORBEN RUMPUT LAUT COKLAT (Padina australis) ASAL PANTAI LITI PULAU KISAR Biosorption of Cadmium (Cd 2+ ) Metal Ion in Brown Seaweed Biosorbent (padina australis) from Liti Beach, Kisar Island Catherina M. Bijang, H. Tehubijuluw, Terence Ghereds Kaihatu Chemistry Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences Pattimura University, Kampus Poka, Jl. Ir. M. Putuhena, Ambon 97134 - Indonesia *Corresponding author, e-mail: rina@fmipa.unpatti.ac.id Received: May 2018 Published: July 2018 ABSTRACT The research about biosorption of Cadmium (Cd 2+ ) metal ion in brown seaweed biosorben (Paladina australis) from Liti beach, Kisar island has been done. Analysis of decreasing Cd 2+ content using Atomic Absorption Spectrophotometer (SSA) and also use FTIR to know functional groups contained in alginate compounds. A total of 0.5 g of brown seaweed powder was introduced into 25 mL of Cd 2+ 50 ppm solution with variations of pH 1-7 and shaker for five hours. After the optimum pH was obtained, the adsorption process was applied on pH 5 solution with variation of contact time 1, 3, and 5 hours, after which it was filtered. The result of analysis and calculation showed that Cd 2+ ion was optimum at pH 5 of 99.64% and 3 hours contact time was 74.54%. Keywords: Alginat, biosorpstion, biosorben, cadmium, contact time. PENDAHULUAN Pemanfaatan rumput laut pada awalnya hanya sebagai sayuran saja baik itu diolah terlebih dahulu atau dimakan secara langsung. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, rumput laut telah dimanfaatkan sebagai pupuk, komponen makanan ternak, dan makanan ikan (Aslan, 1998). Produk ekstraksi rumput laut (seperti agar-agar, alginat, dan karaginan) banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan rumah tangga, bahan tambahan atau bahan baku dalam industri makanan farmasi, kosmetik, tekstil, kertas, cat, dan lain-lain. Pemanfaatan rumput laut masih perlu dikembangkan lagi agar memberikan nilai tambah, baik secara ekonomi maupun lingkungan (Anonim, 2003). Seiring dengan perkembangan teknologi rumput laut telah ditingkatkan pemanfaatannya sehingga memberikan nilai yang lebih tinggi. Salah satu pemanfaatannya adalah sebagai biomassa (biosorben) dalam proses biosorpsi logam berat dalam perairan (Indriani dan Akira, 1998). Biosorpsi merupakan proses penyerapan analit oleh biomassa. Biosorpsi memanfaatkan kemampuan material biologis untuk mengakumulasi logam berat dari larutan secara metabolisme ataupun fisik-kimiawi (Anonim, 2003). Menurut Anis dan Gusrizal (2006), logam berat merupakan jenis pencemar yang sangat berbahaya dalam sistem lingkungan hidup karena bersifat tak dapat terbiodegradasi, toksik, serta mampu mengalami bioakumulasi dalam rantai makanan. Jenis limbah yang berpotensi merusak lingkungan hidup adalah limbah yang termasuk dalam bahan berbahaya beracun (B3) yang di dalamnya terdapat logam berat. Logam berat tersebut diantaranya adalah Hg, Cd, Pb, Zn dan Ni. Logam berat Hg, Cd, dan Pb dinamakan sebagai logam non esensial dan pada tingkat tertentu menjadi beracun bagi makhluk hidup. Salah satu logam berat yang sulit terurai adalah kadmium (Cd). Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang ditemukan alami dalam kerak bumi yang biasanya ditemukan sebagai mineral yang terikat dengan unsur lain seperti oksigen, klorin atau sulfur. Kadmium tergolong dalam logam berat yang CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by OJS UNPATTI Publication Center (Universitas Pattimura)