Akreditasi Risetdikti, No Journal Komunikasi, Vol 12 No.2 September 2021 30/E/KPT/2019 (Sinta 4) P-ISSN 2086-6178 E-ISSN 2579-3292 DOI: https://10.31294/jkom Peran Orang Tua Upaya Peningkatan Pembelajaran 162 Peran Orang Tua Upaya Peningkatan Pembelajaran Anak Usia Dini Dengan Media Digital Interaktif Eben Ezer 1 , Rismayanti 2 , Nafa Riyona 3 1,3 Politeknik Negeri Media Kreatif e-mail: ebensimamora87@gmail.com, nafariyona678@gmail.com 2 Universitas Tjut Nyak Dhien e-mail: rismayanti070386@gmail.com Diterima : 2021-11-22 Direvisi :2021-11-22 Diterima: 2021-12-15 Abstract Character development is the optimization of right brain function that must be started from early childhood. However, usually children get bored quickly with learning patterns that require children to read and memorize. Therefore, it is necessary to study how the role of parents in shaping students' character through role playing Interactive digital media is a computer-based learning media that contains pictures, narration, music, games, and animations that can train the visual and auditory development of PAUD students with interactive designs so that able to train children's motor skills. Early childhood is a child aged 0-6 years or also called the golden egg or golden child, and is a very important age to get maximum learning so that this period affects the future of the child. So, parents must actively supervise their children's learning wisely and purposefully. Interactive digital media can provide variety and innovation in children's learning and as a refresher in the process, can also make children happier without any element of coercion. Keywords: Peran Orang Tua, Media Digital, Anak Usia Dini, Pembelajaran Media Digital Interaktif PENDAHULUAN Orang Tua dalam perkembangan zaman dan era globalisasi di ajak untuk memahami media digital dalam pembelajaran anak. Pemanfaatan teknologi telah merambah ke dunia pendidikan. Dalam segala lini usia, termasuk anak usia dini. Salah satu teknologi yang bisa di pakai dalam pembelajaran anak usia dini adalah media digital interaktif. Peran orang tua sangat berpengaruh dalam perkembangan otak dan sikap anak (Novrinda, Kurniah, & Yulidesni, 2017; Subarkah, 2019), apalagi dalam hal belajar. Jika anak hanya di tuntut untuk bisa menghafal huruf dan angka maka anak hanya akan stres dan takut untuk belajar. Tapi jika orang tua menggunakan media digital dengan desain yang interaktif, anak akan lebih bersemangat belajar tanpa ada tekanan dan paksaan. Media digital interaktif juga sudah banyak di pakai oleh guru (Oktafiani, 2014) PAUD, TK, dan SD. Jadi sangat efisien jika orang tua menerapkannya di rumah. Namun dalam hal ini, orang tua juga harus membatasi pembelajaran dengan media digital ini, karena seperti yang di ketahui teknologi mempunyai dampak positif dan negatif (Marpaung, 2018) dalam penggunaannya. Anak usia dini mulai peka dan sensitif untuk menerima berbagai rangsangan (Ariyanti, 2016; Uce, 2017). Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan perkembangan anak secara individual (Hidayati, 2020). Kebiasaan dan perilaku orang tua selalu di perhatikan dan dijadikan contoh oleh anak, baik perilaku buruk atau baik, secara sengaja maupun tidak sengaja. Anak akan mudah meniru dengan baik apa yang dia lihat dan dengar (Dewi, 2017). Oleh karena itu orang tua harus menjadi panutan dan teladan yang baik bagi anak (Mustofa, Al-Urwatul, & Jombang, 2019). Hasil penelitian terhadap peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini rata rata 70-78%. Penelitian tersebut telah dibagi berdasarkan pendidikan terakhir orang tua. Dapat kunci bahwa salah faktor peran orang tua adalah latar belakang pendidikannya(Novelia Candra, Sofia, Fitria Anggraini, Universitas Lampung, & Soemantri Brojonegoro No, 2017). Secara rinci dapat dikatakan orang tua adalah guru pertama bagi anaknya (Syarif Hidayat, 2013). Dalam artikel dijelaskan orang tua lah yang akan bertanggung jawab dalam pendidikan anak (Trisnawati et al., 2020), serta orang tua lah yang menentukan masa depan anak (Sari & Ambaryani,