Abdimas Unwahas Vol. 8 No. 2, Oktober 2023 1 ISSN 2541-1608 e-ISSN 2579-7123 PELATIHAN KARYA TULIS ILMIAH PPKN GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MENULIS GURU MGMP PPKN SMA KOTA SURABAYA Akhmad Qomaru Zaman * , Irnawati, I Wayan Arsana, Pandu Rudy Widyatama, Putresa Eka Irmandini Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Jl. Dukuh Menanggal XII, Dukuh Menanggal, Kec. Gayungan, Surabaya 60234 * Email: qomaru@unipasby.ac.id Abstrak Guru adalah salah satu profesi di bidang pendidikan yang akan selalu ada sepanjang masa. Guru tidak hanya mengabdikan dirinya dalam mendidik saja, tetapi juga dituntut untuk mempunyai banyak kompetensi salah satunya yakni kompetensi menulis. Kompetensi menulis merupakan kompetensi yang dimiliki seseorang dengan cara mengungkapkan suatu gagasan yang dimiliki dalam bentuk tulisan. Namun dari kemampuan yang harus dimiliki ini, tidak semua guru bisa menulis karena masih kurangnya pemahaman yang dimiliki terkait penulisan ilmiah. Perlunya pembinaan secara terpadu melalui pelatihan karya tulis ilmiah guna meningkatkan pemahaman menulis terutama guru MGMP PPKn SMA Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi para guru agar bisa belajar menulis karya ilmiah dengan baik melalui pembinaan terstruktur oleh pengajar yang ahli dibidangnya. Metode pelaksanaan dari kegiatan pelatihan ini, antara lain persiapan, pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya respons positif dari para guru yang ditunjukkan dengan rasa antusias dalam mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir sekaligus upaya meningkatkan pemahaman adalah dengan pemberian tugas berupa menulis artikel ilmiah yang dipublikasikan bagi beberapa tulisan yang layak. Berdasar analisis SWOT yang telah dilakukan bahwa kegiatan ini berperan dalam menstimulasi para guru untuk berkarya, tetapi adanya langkah pembinaan secara perlahan dan terarah karena tidak semua guru sepenuhnya bisa menulis. Kata kunci: guru PPKn, karya tulis ilmiah, kota Surabaya, menulis, pelatihan. PENDAHULUAN Guru adalah salah satu dari segelintir profesi di bidang pendidikan yang pastinya akan selalu ada sepanjang masa dan tak lekang oleh waktu. Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan yang sangat strategis demi kemajuan zaman yang terus mengalami gejolak perubahan. Guru sebagai garda terdepan dalam proses pelaksanaan pendidikan sekaligus menjadi sosok yang secara langsung berhadapan dengan peserta didik dalam mentransformasikan ilmu dan pengetahuan (Janawi, 2019). Pendidikan sebagai bentuk usaha sadar terencana yang dilakukan guna menggapai potensi seseorang yang berkarakter sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di sekitar lingkungannya. Pendidikan merupakan usaha sadar guna mewujudkan pewarisan budaya antar generasi yang satu ke generasi yang lainnya (Rahman et al., 2022). Pendidikan sendiri tidak akan ada matinya karena menjadi dasar penting dan yang utama dalam membangun peradaban bangsa yang berkelanjutan. Dari sini guru tidak hanya untuk mendidik saja, tetapi juga multitasking yang berarti dituntut untuk bisa dalam berbagai hal terutama mempunyai kompetensi yang memadai. Kompetensi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seorang individu guna membantu dalam menyelesaikan pekerjaan yang ada di kehidupannya. Kompetensi berhubungan dengan kewenangan seseorang untuk melaksanakan tugasnya dan mengambil keputusan yang sesuai dengan peranannya dalam bidang organisasi yang relevan dengan kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang dimiliki dalam dirinya (Vernia and Sandiar, 2020). Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yang andal cukup banyak, seperti kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Kompetensi profesional adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk mengembangkan kualitas dan jati diri menjadi lebih baik lagi. Dalam PP Nomor 74 Tahun 2008, bahwa kompetensi profesional guru diterangkan sebagai kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan budaya yang diampunya (Tanisa, 2022).