Jurnal Solid ASM Mataram Volume 9 No 1 Tahun 2019 ISSN: 2087-8931 57 PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MY TRIP MY ADVENTURE Dedy Febry Rachman 1 , Restu Fahdiansyah 2 UNIVERSITAS BUMIGORA dedyfebry18@gmail.com 1 restusyah@gmail.com 2 Abstrak Tujuan penelitian pengembangan ini diharapkan akan menghasilkan suatu paket produk pengembangan berupa model pembelajaran: 1). Perangkat pembelajaran, 2). Pedoman penilaian/evaluasi pembelajaran, 3). Pedoman untuk pengembangan pembelajaran, 4). Menghasilkan model pembelajaran berbasis game yang di adopsi dari monopoli, 5). Pengembangan model didasarkan pada identifikasi karakteristik siswa pada usianya yang telah mencapai tahap operasional formal dari sisi perkembangan kognitif, 6). Pengembangan model didasarkan pada identifkasi tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan kurikulum yang telah diterapkan yaitu pengembangan materi dari kurikulum 2013, 7). Model pembelajaran fokus pada satu materi saja, dan tidak dapat diterapkan model yang sama untuk materi pelajaran yang lainnya. Setelah produk selesai dikembangkan selanjutnya dilakukan proses uji validasi ahli, uji coba perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan. Berdasarkan hasil uji tersebut, model pembelajaran sangat valid, menarik, dan efektif dapat diterapkan dalam pembelajaran. Hal ini dapat diketahui dari hasil uji validasi dengan tingkat kelayakan produk dari ahli isi/materi sebesar 89%, validasi ahli media pembelajaran diperoleh skor rata-rata sebesar 91%.Tingkat kemenarikan produk dengan skor presentase rata-rata sebesar 92,92% masuk kriteria sangat menarik. Produk efektif digunakan dengan rata-rata skor presentase sebesar 90,76%. Produk ini juga dapat dimanfaatkan untuk kalangan lebih luas dengan penyesuaian terutama penyesuaian pada karakteristik siswa sebagai pengguna. Lebih lanjut model pembelajaran yang sudah dikembangkan dapat diintegrasikan dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Keywords: Development, Learning Model, My Trip My Adventure 1. Latar Belakang Sumber daya manusia Indonesia seutuhnya telah dirumuskan dalam GBHN mengenai arah pembangunan jangka panjang. Dinyatakan bahwa pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh rakyat Indonesia. Ini menjelaskan pentingnya pendidikan sebagai pengembangan sumber daya manusia untuk memicu pembangunan secara menyeluruh, termasuk pembangunan ekonomi yang dapat dicapai melalui model pembelajaran khusus untuk ekonomi yang bermutu. Dalam materi yang disampaikan pada seminar pendidikan nasional oleh Wahyono (2013) diungkap fenomena-fenomena yang terkait dengan pendidikan ekonomi yang ada di Indonesia, diantaranya adalah: “…. (1) Berbagai penelitian yang dilakukan terhadap siswa jenjang pendidikan menengah, mahasiswa dan bahkan guru ekonomi, membuktikan bahwa literasi ekonomi (pemahaman dasar tentang bagaimana perekonomian bekerja) dan literasi keuangan (pemahaman dasar tentang pemanfaatan uang secara efektif dan efisien), mereka masih rendah; (2) Minat dan semangat menabung dan berinvestasi di kalangan pelaku ekonomi masih memprihatinkan, tidak sebanding dengan semangat dan minat untuk berkonsumsi melalui kredit. Pemahaman dan kesadaran atas opportunity cost untuk memegang uang tunai maupun pemanfaatan uang untuk mengkonsumsi barang/jasa tidak dimiliki oleh sebagian besar pelaku ekonomi; (3) masih banyak pelaku ekonomi yang mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip rasionalitas ekonomi (trade off, opportunity cost, marginalism, dan incentive) yang mengakibatkan tidak efektifnya kegiatan produktif dan tidak efisiennya aktivitas konsumtif pelaku ekonomi”.