Prosiding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Teknik Sipil) Vol. 6, Oktober 2015 UniversitasGunadarma - Depok - 20-21 Oktober 2015 ISSN: 1858-2559 Luthan, Pengembangan Konsep Rumah... A-17 PENGEMBANGAN KONSEP RUMAH TINGGAL TRADISIONAL MANDAILING DI SUMATERA UTARA Putri Lynna A. Luthan Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan putri.lynna@gmail.com ABSTRAK Mandailing adalah salah satu suku batak di Sumatera Utara yang tergolong kuat memegang adat istisadat budaya Mandailing yang terdapat pada bagian-bagian rumah tempat tinggal tradisional. Akan tetapi dengan pesatnya pembangunan rumah modern dimungkinkan akan punahnya rumah tinggal tradisional yang mengandung nilai-nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bentuk arsitektur rumah tradisional mandailing terhadap pengembangan konsep rumah tinggal modern dengan tetap mengandung nilai-nilai budaya Mandailing yang mengandung nilai: 1) religi atau kepercayaan, 2) kekerabatan, 3) Falsafah hidup, 4) kepemimpinan dan sosial yang terdapat pada struktur bangunan rumah tradisional. Pengembangan konsep didasarkan pada konsep rumah tradisional Mandailing Godang dan Mandailing Julu yang terdapat di wilayah Mandailing. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan cara pengamatan, pengdokumentasian dan wawancara dengan pemilik rumah serta tokoh adat setempat. Hasil yang ditemukan adalah: 1) untuk kebutuhan masyarakat yang aktivitasnya tergolong tinggi, maka digunakan karakteristik rumah yang memanjang kesamping, 2) untuk kebutuhan masyarakat yang aktivitasnya tergolong rendah, maka digunakan karakteristik rumah yang memanjang kebelakang. Kedua karakteristik rumah tersebut tetap mengandung nilai-nilai budaya masyarakat Mandailing. Kata Kunci: Pengembangan Konsep, BangunanTradisional, Rumah Tinggal, Mandailing PENDAHULUAN Mandailing adalah salah satu suku batak di Kabupaten Mandailig Natal Propinsi Sumatera Utara, Kabupaten Mandailing Natal berada di kawasan pantai barat Sumatera Utara yang berbatasan dengan Sumatera Barat. Beberapa tahun terakhir ini didaerah tersebut sangat pesat pembangunan perumahan dilaksanakan seiring dengan pertambahan penduduk. Rumah tinggal yang dibangun cenderung mengadopsi bentuk rumah modern seperti di kota-kota besar pada umumnya. Kondisi seperti ini akan dapat mengakibatkan punahnya rumah tinggal tradisional Mandailing yang mengandung nilai-nilai budaya yang sudah turun temurun. Bangunan tradisional sebagai salah satu peninggalan Arsitektur tradisional yang mempunyai arti penting yangmencerminkan gagasan dan perilaku suatu masyarakat pendukungnya berkenaan dengan pemanfaatan bentuk ruang baik yang bersifat fisik maupun non fisik.Bangunan tradisional adalah bangunan yang diwujudkan berdasarkan nilai-nilai budaya, yang memerlukan pemahaman dalam pengembangan nilai- nilai budaya dalam wujud fisiknya. Pada masa sekarang tidak banyak lagi bangunan-bangunan dengan arsitektur tradisional yang dapat ditemukan di Mandailing, sebagian besar sudah punah dimakan waktu dan yang masih tersisa rata-rata usianya sudah tua. Berhadapan dengan keadaan yang demikian itu, tampak kesadaran untuk memelihara atau melestarikan nilai-nilai arsitektur tradisionalnya belum tumbuh di tengah masyarakat Mandailing. Malahan generasi yang sekarang rata-rata tidak memperdulikan dan tidak sebagai warisan budaya mereka sendiri. Hal itu terjadi mungkin karena berbagai perubahan sosial-budaya telah membuat simbol-