Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, Vol. 9, No. 2, Tahun 2022 (E-ISSN 2550-1194) Terakreditasi Peringkat 3 (S3) DOI: 10.26418/lantang.v9i2.54758 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. 212 PREFERENSI PENGEMUDI OJEK ONLINE TERHADAP LOKASI DAN KEBUTUHAN RUANG TEMPAT MENUNGGU DI KALIMANTAN BARAT DAN SULAWESI SELATAN Zadha Faedhillah Rana 1 , Dewi Larasati 2 , Yudhiarma 3 1 Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung 2 Program Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung 3 Jurusan Arsitektur Bangunan Gedung, Politeknik Negeri Pontianak Penulis korespondensi: Zadha Faedhillah Rana, 25221006@mahasiswa.itb.ac.id Naskah diajukan pada: 30 Mei 2022 Naskah revisi akhir diterima pada: 31 Agustus 2022 Abstrak Perkembangan teknologi dan tingginya kebutuhan transportasi bagi masyarakat memicu munculnya ojek online yang menyebabkan terjadinya fenomena tempat menunggu khususnya di daerah yang berpotensi memiliki banyak konsumen seperti Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan yang menggunakan ruang terbuka dan tempat umum yang dapat mengganggu mobilitas transportasi lainnya seperti kemacetan. Dari fenomena tersebut, tanggung jawab penyedia jasa ojek online terhadap kelancaran aksesibilitas transportasi dapat dipertanyakan. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini sebagai langkah awal untuk melihat preferensi tempat menunggu yang digunakan pengemudi ojek online dalam penentuan titik-titik lokasi shelter dan mengidentifikasi kondisi serta permasalahan ruang yang dihadapi pada tempat menunggu di Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat eksploratif secara terbuka (open- ended) dengan teknik convenience sampling melalui kuesioner daring. Data dianalisis menggunakan 3 tahap yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Hasil dari penelitian didapatkan 9 lokasi pengemudi ojek online dalam memilih tempat menunggu dan 6 permasalahan ruang yang dihadapi pengemudi ojek online yaitu permasalahan ruang ojek online pada ruang terbuka dan fasilitas umum; tempat kuliner dan hunian; perkantoran dan fleksibilitas; fasilitas pendidikan; supermarket; dan pusat perbelanjaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan pengelolah atau penyedia jasa ojek online dalam menentukan tempat penyediaan dan pengelolaan shelter. Kata-kata Kunci: Ojek Online, Pengemudi, Permasalahan Ruang, Preferensi, Tempat Menunggu