The Journal of Tauhidinomics Vol. 1 No. 1 (2015): 35-60 35 The Journal of Tauhidinomics Vol. 1 No. 1 (2015): 35-60 Influence of Facilities, Promotion, Product and Location Islamic Banking on Decision Non Muslim Customers Patronizing at BRIS Case Study in BRI Syariah Firza Aulia Viranti Adhitya Ginanjar Adhitya@uinjkt.ac.id ABSTRACT The purpose of this study was to see how big the influence of facilities, promotion, product and location Islamic Banking affect the Non Muslim customers to patronize at BRIS. The data used in this research was the primary data that obtained from the division of a detailed questionnaire to the non muslim customers Islamic Bank on Jl. Gatot Subroto no.38 Jamsostek Tower, South- Jakarta. Sampling method used by reasearcher was a purposive sampling where this was a study of the phenomenon or specific populations obtained. Data analysis method used was the multiple regressions test with SPSS 20 tools. The results based on partial test showed that the facilities, promotions, products and locations have a significant influence on decision non muslim customers patronizing at BRIS. With a significance level under 5% or 0,05. Simultaneously, showed that the facilities, promotion, product and location have a significant influence on decision non muslim customers patronizing at BRIS. The results of the regression analysis R2 test showed that the most strongly factor affect Non Muslims customers patronizing at BRIS as a dominant influence 0,289 was promotions and also explained dependent variable at 59,3% then the remaining 41,7% can be explained by other variables which is not included in this study. Key word: Facilities, Promotions, Products, Locations and Non Muslim Costumers Latar Belakang Islam adalah suatu pandangan/cara hidup yang mengatur semua sisi kehidupan manusia, maka tidak ada satupun aspek kehidupan manusia yang terlepas dari ajaran agama Islam termasuk aspek ekonomi (Syafii, 2001:40). Kegiatan ekonomi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia. Kegiatan yang berupa produksi, distribusi dan konsumsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi seluruh kebutuhan hidup manusia. Setiap tindakan manusia didasarkan pada keinginanannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam ushul fiqih ada sebuah kaidah yang menjelaskan bahwa segala sesuatu yang harus ada untuk menyempurnakan wajib diadakan. Dan karena pada zaman modern ini kegiatan perekonomian tidak sempurna tanpa adanya lembaga perbankan, jadi lembaga perbankan ini wajib diadakan. Dengan demikian, maka kaitan antara Islam dengan perbankan menjadi jelas. Pada zaman Rasulullah SAW masih belum terdapat institusi bank, tapi ajaran islam sudah memberikan filofsofi-filosofi dasar dan pedoman dalam aktivitas perekonomian (Hamid, 2001:2). Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia ditandai dengan berkembangnya Bank serta Lembaga Syari‟ah. Kebijakan pemerintah terhadap perbankan syariah di Indonesia tertuang dalam Undang-Undang perbankan No.7 tahun 1992 tentang Perbankan dan Undang-Undang No.1tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.7 tahun 1992.