LOCATION SELECTION STUDY FOR BUILDING FISH LANDING PLACE IN DISTRICTS BUKIT BATUBENGKALISDISTRICT RIAUPROVINCE By: Muhammad Irwan 1) Ir.Jonny Zain, M.Si 2) Ir.Usman, M.Si 2) muhammadirwan61@gmail.com ABSTRACT The survey was conducted in July 2015, in the village Bukitbatu, Api-api and Tenggayun, Bukitbatu district in Riau Province.The purpose of this study was to find the best location suitable for fish landing building. The method used is the method review / revise the field. Can be seen from the survey data in the technical aspects, fisheries, socio- economic and infrastructural purpose of the examination of the three villages. The location in the village Tenggayun have advantages, including the opportunity for fishing based on factors such as the number of fishing gear, fishing, the fishing fleet and the number of population, which is more than Bukitbatu villages and Api-api. Waters in the village Tenggayun fishery potential confounding factors and population factors get the highest score compared to two other villages, with 55 points and 30 points. The final score of the third evaluation village consists of 187 points for Bukitbatu village, 173 points for the village burning and 195 points for Tenggayun village. The results of the research using the scoring method showed that the location in the village Tenggayun is the best place to build a fish landing sites Keywords: Selection of location, Fish Landing Place 1 ) Student at Fisheries and Marine Science Faculty, University of Riau 2 ) Lectures at Fisheries and Marine Science Faculty, University of Riau PENDAHULUAN Kecamatan Bukitbatu merupakan salah satu wilayah administrasi Kabupaten Bengkalis. Berdasarkan data dari kantor camat Bukitbatu pada tahun 2014, luas wilayah kecamatan ini adalah 1.423 Km 2 . Tinggi Pusat Pemerintahan dari permukaan laut adalah 5 m, dengan suhu maksimum 35 0 C dan bentuk wilayah 90 % datar sampai dengan berombak. Hasil perikanan di Kecamatan Bukitbatu hanya dipasarkan ke Kelurahan Sungai Pakning. Padahal peluang pemasaran perikanan di Kecamatan Bukitbatu cukup besar dikarenakan akses jalan ke Kota Dumai ±200 km dan Kota Pekanbaru ±275 km dalam keadaan baik namun nelayan tidak memasarkan sampai ke kota tersebut. Kondisi tempat pendaratan ikan di desa-desa yang berada di Kecamatan Bukitbatu relatif sederhana. Fasilitas yang dimiliki hanya dermaga yang tidak tidak dilengkapi dengan fasilitas tempat pelantar ikan dan fasilitas lainnya. Penduduk Kecamatan Bukitbatu yang bermata pencaharian dibidang perikanan umumnya masih tergolong sebagai nelayan tradisional. Berdasarkan hasil wawancara pada saat melakukan studi pendahuluan dengan Bapak Zulkurnain (2015) yang merupakan salah seorang warga Kecamatan Bukitbatu, Jauhnya lokasi dan tempat pendaratan ikan ataupun pengisian bahan perbekalan menyebabkan nelayan kesulitan dalam melakukan aktivitasnya. Dari permasalahan ini dapat dimunculkan suatu solusi untuk membangun pelabuhan perikanan skala kecil atau tempat pendaratan ikan yang dapat menampung aktivitas-aktivitas pendukung perikanan tangkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi terbaik yang sesuai untuk dilakukannya pembangunan tempat pendaratan ikan.