Waniambey: Journal of Islamic Education Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua Vol. 1, No. 2 (Desember 2020), Hal. 93 101 P-ISSN:2722-9661; E-ISSN: 2722-9505 93 DESAIN PEMBELAJARAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA PETA BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SEMESTER GENAP 2019/2020 Faridatus Sholihah 1) , Nanik Ulfa, 2) UNIRA Malang 1),2) Email : fsholihah7@gmail.com 1) nanikulfaunira@gmail.com 2) ABSTRACT This research is motivated by the low cognitive learning outcomes of students in the thematic learning of Class IV Indonesian Cultural Diversity. The contributing factor is the lack of variation in the learning methods and media used. This results in low student knowledge, especially on cultural diversity. To solve this problem, the researchers applied the Numbered Head Together (NHT) method with the Cultural Map Media so that student learning outcomes could improve. This study uses the PTK model from Kemmis and Mc Taggart which consists of 4 stages including: planning (planning), action (action), observation (observing) and reflection (reflection). However, given the increasing spread of Covid-19, the research was stopped until the planning stage provided that all research instruments had to be validated. The results of the instrument validation were: RPP percentage score was 78.5%; percentage score of learning media 86%; Group worksheet score 82.5%; score percentage of written test questions 84.5%; the observation guideline percentage score is 78%. Based on the results of instrument validation, it can be concluded that all instruments obtain valid criteria and are suitable for use in the learning process. Keywords: Numbered Head Together (NHT) Method, Cultural Map, Learning Outcomes PENDAHULUAN Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir dan lain-lain (Rahmayani,2018). Menurut Thorndike, belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai respon terhadap proses belajar yang telah dilakukan (Ruhimat, 2018). Artinya, tujuan belajar adalah perubahan tingkah laku baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu adanya pendekatan, strategi, metode dan teknik dalam pembelajaran. Pendekatan Pembelajaran yang berpusat pada siswa akan memberikan arti tersendiri bagi siswa dan kesan berbeda pada pendidik. Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam suatu tema tertentu. Pembelajaran tematik merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk dapat menggali dan menemukan konsep keilmuan baik secara individu maupun kelompok secara aktif, holistik, otentik dan bermakna (Akbar, 2017). Pembelajaran tematik berasal dari pemikiran filosofis yang menggunakan pendekatan terpusat pada siswa (student centered). Dengan menekankan pada pembentukan kreativitas anak didik dengan cara memberikan pengalaman langsung melalui lingkungannya yang natural. Oleh karena