M U L I A Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No. 2 (2023) : September 2023 66 PELATIHAN PEMANFATAAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECO-ENZYME DI KELURAHAN CURUG MANIS Destri Astrianingsih¹* ) , Vivit Nurhikmah Havita², Umalihayati³, Raden Akhmad Atqoo 4 , Arfian Suryasuciramdhan 5 , Aditya Rachman 6 , Indra Septian 7 , Norma Sri Hastuti 8 , Nazwa Aulia Shihab 9 , Melani Zyahrotul Nadifah 10 , Hiroshi Agung Saputra 11 , Hapid Saepudin 12 , Damar Wulan 13 , Muhammad agung rizki 14 , Shifa Aulia Putri 15 1,2,3,6 PGSD, 4 Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bina Bangsa 5 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bina Bangsa 7 Teknik Industri, 14 Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Bina Bangsa 8,9,10,12,13 Manajemen, 11 Akuntansi, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Bina Bangsa 15 Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bina Bangsa *Email: destriastrianingsih@binabangsa.ac.id ABSTRACT The lack of public understanding and awareness regarding the use of organic waste means that there is no organized waste management in the Curug Village environment. So, the aim of this service is to provide knowledge and skills for the community in utilizing organic waste into eco-enzymes as a form of effort to reduce environmental pollution as a result of disorganized waste management. This service method uses a participatory approach by involving housewives in Curug Manis Village, Curug District, Serang City. This service activity began with initial observations related to the discovery of several problems which were then followed up in the form of training activities on the use of organic waste into eco-enzymes. Keywords: dedication; organics trash; eco-enzymes; recycle; waste processing ABSTRAK Kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan sampah organik menjadikan tidak adanya pengolaan sampah yang tertata di lingkungan Kelurahan Curug. Sehingga tujuan pengabdian ini yaitu memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakan dalam pemanfaatan sampah organik menjadi eco-enzyme sebagai bentuk upaya mengurangi pencemaran lingkungan dampak dari pengelolaan sampah yang tidak tertata. Metode pengabdian ini yaitu menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan adanya observasi awal terkait penemuan beberapa masalah yang kemudian dilakukan tindak lanjut dalam bentuk kegiatan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi eco-enzyme. Kata Kunci: pengabdian; sampah organik; eco-enzyme; daur ulang; pengolahan sampah PENDAHULUAN Sampah adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada material atau bahan yang dianggap tidak lagi memiliki nilai atau kegunaan, sehingga dibuang. Sampah biasanya diklasifikasikan menjadi dua jenis: sampah organik dan sampah anorganik (Trisnawati & Khasanah, 2020). Sampah organik dikenal sebagai sampah basah terdiri dari bahan-bahan yang mudah terurai oleh proses alami, seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah tumbuhan. Contoh sampah organik adalah sisa sayuran, buah-buahan, dan sisa makanan lainnya. Sedangkan sampah anorganik dikenal juga sebagai sampah kering adalah jenis sampah yang tidak mudah terurai oleh proses alami. Beberapa contoh sampah yang termasuk dalam kategori sampah anorganik adalah berbagai jenis sampah dari bahan seperti plastik, kaca, logam, dan kertas.