Grenek: Jurnal Seni Musik Volume 12, Issue 2, Pages 133–144 December 2023 e-ISSN: 2579-8200 p-ISSN: 2301-5349 https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/grenek/issue/view/2989 : https://doi.org/10.24114/grenek.v12i2 133 Hibridisasi Pada Musik Keroncong dalam Lagu Gasiang Tangkurak oleh Grup Buana Lestari Sawahlunto Ade Febri Yulfita 1* Asril 2 1-2 Program Pascasarjana, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Padangpanjang, Sumatera Barat. Indonesia * email: adefebri552@gmail.com Kata Kunci Pendidikan Musik, Pendidikan Karakter, Fruity Loops Studio Mobile. Keywords: Music Education, Character Education, Fruity Loops Studio Mobile. Received: July 2022 Accepted: October 2023 Published: December 2023 Abstrak Lagu Gasiang Tangkurak diciptakan oleh Sahrul Tarun Yusuf yang menceritakan tentang seorang pria yang ditolak cintanya oleh seorang wanita, lalu sang pria mengguna-gunai si wanita menggunakan Gasiang Tangkurak. Salah satu orkes keroncong yang ada di Sawahlunto adalah Orkes keroncong Buana Lestari. Sebelum lagu pop Minang Gasiang Tangkurak diaransemen oleh Orkes Keroncong Buana Lestari menjadi musik keroncong, lagu pop Minang itu sudah berbentuk musik hibrid antara budaya lokal dan global. Aransemen musik aslinya menggunakan instrument musik modern dan menggunakan nada diatonis. Musik keroncong juga merupakan musik hibrid, maka kedua genre musik tersebut telah mengadaptasi musik secara global mengikuti scale diatonis Barat. Konsep aransemen musik yang dilakukan oleh Orkes Keroncong Buana Lestari dalam lagu Gasiang Tangkurak ke dalam bentuk keroncong, dengan memasukkan unsur-unsur musik keroncong dan unsur-unsur musik tradisi Minang lainnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat proses hibridisasi pada musik keroncong Orkes Keroncong Buana Lestari. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penyajian data bersifat deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hibridisasi dan ambivalensi dalam aransemen lagu Gasiang Tangkurak yang terjadi pembauran antara musik pop, keroncong, dan tradisi. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan observasi, dokumentasi, serta wawancara dengan pengkarya seniman. Abstract The song Gasiang Tangkurak was composed by Sahrul Tarun Yusuf which tells of a man who is rejected by a woman’s love. Then the man puts a spellon the woman using a Gasiang Tangkurak. One of the keroncong orchestras in Sawahlunto is the Buana lestari Keroncong orchestra. Before the Minang pop song Gasiang Tangkurak was arranged by the Buana Lestari keroncong orchestra to become keroncong music, Minang pop songs were already in the form of hybrid music between local and global cultures. The original musical arrangement uses modern musical instruments using diatonic tones. Keroncong music is also a hybrid music, so the two music genres have adapted music globally following the western diatonic scale. The concept of the musical arrangement perfomed by the Buana Lestari keroncong orchestra in the Gasiang Tangkurak song in the form of keroncong, by incorporating elements of keroncong music and other elements of Minang traditional music. The purpose of this study was to see the hybridization process in the keroncong music of the Buana Lestari keroncong orchestra. The method used is a qualitative method with the presentation od data is descriptive analysis. The results of this study indicate that there is hybridization and ambivalence in the arrangement of the Gasiang Tangkurak song where there is an assimilation between pop, keroncong anf traditional music. Data collection was carried out based on observation, documentation, and interviews with the artist’s work. © 2023 Yulfita, Asril. Published by Faculty of Languages and Arts - Universitas Negeri Medan. This is Open Access article under the CC-BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). DOI: https://doi.org/10.24114/grenek.v12i2.49389