Prosiding Eemlnar Geoteknologl Kontribusi llmu Kebumtan Datam Pembangunan Berkelanjutan Bandung 3 Descmber 2007 ISBN : 978-979-799-25S- OBSERVASI KUALITAS AIR PADA WADUK JATILUHUR Rizka Maria, Hilda Lestiana, Sukristiyanti, Nining Karningsih, Sutarman Pus lit Geotelcnologi LIPI ABSTRACT: Waduk Jatiluhur sebagai sumber balat air minum untuk daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta dikhawatirkan telah lneng/ymi penurunan lanlitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Itualitas air di waduk iatiluhur yang dimanfaattran sebagai sumber air minim daerah Jawa"barat dan DKI Jalrnrta. Penelitian di waduk Jatiluhur dilakukan selama-4 bulan dari bulan Mei-Agutus 2007 dengan jumlah sapgl sebanyak 25 titik yang tersebar merata di daerah inlet Jatiluhur, daerah kiramba apung ian-daerah outlet Jatiluhur. Pengambilan contoh air meliputi beberapa parameter, yaitu ; parameterPittc yZng langsung (tylar di lapangan berupa DHL, Temperatur, keceiahan dan Parameier Kimia-yan; dianaltsa it laborato.rium meliputi : qH,TDS,TSS,Na,K,HCO3,SO4, NH4-N, po4-p, NO3-N, No2-N, CbD,BoD,ToM, dan Kekeruhan. Berdasarkan analisa laboratorium didapatkan hasil sebagai berikut : I) Nilai kekenthan yang berkisar antara 0.3 - 11 NTU, ada sebagian wilayah yang nilai kekeruhannya melebihi ambang batas. 2) \;lat zat tersuspensi berkisar antara 20 - 256 mg/l, nilai ini masih jauh dibawah ambang batas yaitu !00! mg/I. Kadar zat tersuspensi mulai tinggi ketika memasuki daerah keramba apung. Sj Nlai COO berkisar antara 6.9 - 172 mg/l, padahal nilai ambang batas COD tidak boleh lebih iari tO'mg/1. 4) Nitai BOD berkisar antara ^0 I - 5.79 mg/I, nilai ambang batas BOD tidak boleh lebih dari 2 ign..secara keseluruhan nilai BOD mulai tinggi sehingga Eondisi air waduk Jatiluhur dalam poiam agak mengkhawatirkan. Parameter lain yang dipantau pada penelitian ini antara lain DHL, zat terlirut, ammonium, -fosfat, klorida, nitrit, nitrate, pH, sulfat, natrium dan kalium. Hasil pengularan menunjukka.n kadar nilainya masih dibawah ambang batas persyaratan sumber balat air mtium. Berdasarkan uraian diatqs maka dapat disi_mpulkan bahwa Kualitas air pada waduk jatiluhur sudah mengalami penurunan, Hal ii dapat dilihat dari kadar COD, BOD dan TOM yang sangat tiiggi dtatas ambang iatas d,in dalam kondisi lcritis sehingga akan menimbulkan efek negatif jikn digunakai- untuk sumber balat air minum.Namun beberapa parameter fisik dan kimia, kualitas air waduk jatiluhur masih dalam batas normal untuk dimanfaatkan sebagai air minum Kata kunci: kualitas, air. jatiluhur PENDAHULUAN Latar Belaknng Waduk Jatiluhur merupakan waduk terbesar yang terletak pada DAS Citarum. Waduk ini mulai didirikan tahun 1967 sebagai waduk serbaguna yang memiliki berbagai fungsi antara lain untuk pe- nyediaan air irigasi, pembangkit tenaga listrik, sarana pengendali banjir, pemenuhan air minum untuk daerah Jawa Barat dan DKf, pemenuhan air untuk industri, perikanan dan pariwisata. Waduk ini terletak di bawah waduk Saguling dan Cirata dengan ketinggian I l0 m dpl dengan luas area 8300 ha. Dalam fungsinya sebagai pemenuhan air baku untuk PDAM, waduk Jatiluhur memiliki lokasi yang strategis karena waduk ini terletak pada daerah yang paling hilir dari tiga waduk di DAS Citarum yaitu waduk Saguling dan Cirata. Sehingga kualitas waduk Jatiluhur dimungkinkan lebih baik dari dibandingkan kedua waduk di sebelah hulunya. Namun pertambahan pertumbuhan keramba apung akhir - akhir ini menimbulkan khawatiran dapat mengakibatkan menurunnya kualitas waduk jatiluhur. yang air Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas air di waduk jatiluhur yang dimanfaatkan sebagai sumber air minum daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta. 119