Jurnal Talenta Sipil Vol 7, No 1 (2024): Februari, 378-387 Publisher by Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Batanghari ISSN 2615-1634 (Online), DOI 10.33087/talentasipil.v7i1.492 378 Mikrostruktur, Porositas Dan Sifat Mekanik Beton Curing Air Laut Erniati Bachtiar 1 *, Asri Mulya Setiawan 1 , Arman Setiawan 2 , Pratiwi Fudlailah 3 Universitas Fajar 1 Universtas Bosowa 2 Tanri Abeng University 3 *Correspondence: erni@unifa.ac.id 1 * Abstrak. Ketika membangun bangunan di daerah pesisir, kontak antara material yang digunakan dan udara laut terkadang tidak dapat dihindari. Sebelum beton mencapai kekuatan maksimum pada usia 28 hari, beton dapat terpapar kontaminasi udara laut. Akibatnya, reaksi kimia yang melibatkan semen, udara, dan udara laut tidak dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur mikro, porositas, dan sifat mekanik (kuat tekan dan kuat tarik belah) dari beton mutu tinggi dengan menggunakan metode Self Compacting Concrete. Dua variasi sampel beton dipertimbangkan, yang melibatkan perbedaan dalam air curing yang digunakan dan usia beton. Terdapat dua variasi curing: beton yang diawetkan dengan air tawar dan beton yang diawetkan dengan air laut. Umur beton dipantau pada 1, 3, 7, 28, dan 90 hari. Dalam analisis struktur mikro beton yang diawetkan dengan air laut, senyawa klorida, ettringite, dan garam Friedel diidentifikasi. Kuat tekan dan kuat tarik belah menunjukkan peningkatan seiring dengan bertambahnya umur curing beton, dan berbanding terbalik dengan porositas beton. Sifat mekanis beton yang diawetkan dengan air tawar sedikit lebih rendah dibandingkan dengan beton yang diawetkan dengan air laut. Namun, perbedaannya dapat diabaikan, yang berarti keduanya hampir sama pada umur 28 hari dan 90 hari.. Kata Kunci : Beton; Struktur Mikro; Porositas; Sifat Mekanis Pengeringan; Air laut. Abstract. When constructing buildings in coastal areas, contact between the materials used and sea air is sometimes unavoidable. Before the concrete reaches its maximum strength at the age of 28 days, it can be exposed to contamination from sea air. Consequently, chemical reactions involving cement, air, and sea air become inevitable. The research aims to ascertain the microstructure, porosity, and mechanical properties (compressive strength and tensile strength) of high-performance concrete utilizing the Self Compacting Concrete method. Two variations of concrete samples are considered, involving differences in the curing water used and the age of the concrete. There are two curing variations: concrete cured with fresh water and concrete cured with seawater. The concrete's age is monitored at 1, 3, 7, 28, and 90 days. In the microstructure analysis of seawater-cured concrete, chloride compounds, ettringite, and Friedel's salt were identified. Both compressive strength and splitting tensile strength show an increase with the concrete curing age, and they are inversely proportional to the concrete's porosity. The mechanical properties of freshwater-cured concrete are slightly lower than those of seawater-cured concrete. However, the difference is negligible, meaning they are nearly identical at both 28 days and 90 days. Keywords: Concrete; Microstructure; Porosity; Mechanical Properties Curing; Seawater. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Air laut, air yang membentuk samudra dan lautan, menutupi lebih dari 70 persen permukaan bumi. Enam ion air laut yang paling melimpah adalah klorida, natrium, sulfat, magnesium, kalsium dan kalium. Ion-ion ini membentuk sekitar 99 persen dari semua garam laut (Duxbury, Byrne and Mackenzie, 2020). Pembangunan infrastruktur sebagai sarana dan prasarana tidak bisa terhindari dilaksanakan pada daerah lingkungan laut. Salah satu masalah yang paling sering terjadi adalah pembangunan di daerah yang ekstrim, seperti lingkungan yang langsung terpapar air laut. Dalam membangun infrastruktur pendukung, potensi material yang digunakan untuk terkontaminasi air laut terkadang tidak dapat dihindari. Dengan kata lain, dalam membangun bangunan di wilayah pesisir, kontak antara material yang digunakan dengan air laut terkadang tidak dapat dihindari. Sebelum beton mengeras atau mencapai kekuatan maksimum pada umur 28 hari, beton dapat terkontaminasi air laut; Dengan demikian, reaksi kimia antara semen, air, dan air laut tidak dapat dihindari. Selama proses hidrasi, beton terus berjalan dari 1 hari sampai umur 28 hari. Jika