Copyright © the author(s)
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, Vol. 9, No. 1, 2023
https://e-journal.my.id/onoma
573
Rekonstruksi Fenomena Sosial dalam Film Adagium Karya
Rizal Mantopani
Kasmawati
1
Ince Nasrullah
2
Ita Suryaningsih
3
123
Universitas Muslim Maros
1
kasma89@umma.ac.id
2
incenasrullah@umma.ac.id
3
itasuryatama@umma.ac.id
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena sosial dalam film Adagium karya
Rizal Mantopani dengan pendekatan mimetik. Sumber data dalam penelitian ini adalah
film “Adagium” Karya Rizal Mantopani yang tayang di bioskop pada bulan Januari 2023.
Data penelitian ini adalah fenomena sosial dalam Film “Adagium” karya Rizal Mantopani.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara
mengumpulkan data, mendeskripsikan data, dan selanjutnya menganalisis data dari jenis
data yang bersifat kualitatif untuk memperoleh data. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pedoman dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah
tahap reduksi atau merangkum, menyajikan data, kesimpulan dan verivikasi hasil. Hasil
penelitian ini dapat menjawab pernyataan penelitian yaitu adanya fenomena sosial dalam
film “Adagium” karya Rizal Mantopani yakni persahabatan, percintaan, kejahatan ciber,
dan perjuangan membela negara yang sesuai dengan kenyataan yang sering dihadapi di
kehidupan masyarakat saat ini. Persahabatan yang terjadi ditandai dengan menghabiskan
waktu bersama, memilik rahasia, dan saling menolong. Percintaan terjadi antara Alenda dan
Bian. Kejahtan Ciber yang mengancam data-data penting dan perjuangan membela negara
dari serangan musuh.
Kata Kunci: fenomena sosial, film, mimetik
Pendahuluan
Karya sastra merupakan sebuah bentuk untuk mencerminkan atau
menggambarkan keadaan suatu masyarakat tertentu pada zamannya dan dapat
berfungsi sebagai alat untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan yang berlebih
tentang aspek-aspek kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa karya sastra dapat
mencerminkan realitas secara jujur dan objektif dan dapat juga mencerminkan kesan
realitas subjektif (Waluyo, 2002).
Di era tekhnologi yang semakin berkembang saat ini, film memiliki klarifikasi
yang berbeda-beda berdasarkan genrenya. Film dapat diklarifikasikan menjadi empat
jenis diantaranya adalah film horor, action, komedi, dan drama. Setiap genre film
memiliki kelebihannya masing-masing serta daya tariknya masing-masing. Film
biasanya menampilkan adegan-adegan seru, film berfungsi sebagai media hiburan,
dengan tampilannya yang menarik dengan menggunakan audio visual, membuat lebih
mudah untuk menikmatinya. Penikmat film haruslah menggunakan lebih dari satu
panca indranya karena sifat audio visual film tersebut. Sehingga para penonton akan
lebih mudah terbawa suasana dari film dan akan mudah memahami pesan-pesan yang
dimaksudkan dalam film. Fungsi film biasanya bukan hanya sebagai media hiburan tapi
juga sebagai media pembelajaran, kritikan, nasehat, politik, sosial, budaya, ekonomi,
bahkan keagamaan (Ariani, 2015:430).