MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 8 No 2 – Agustus 2022 ISSN 2460-0059 (online) Tersedia online di https://jurnal.ugm.ac.id/mkgk 73 ARTIKEL PENELITIAN Hidrofobisitas bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145 setelah dipapar dengan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) M. Eric Brilian*, Regina Titi Christinawati Tandelilin**, Tetiana Haniastuti**, Alma Linggar Jonarta**, Heribertus Dedy Kusuma Yulianto*** *Program Studi Higiene Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia **Departemen Biologi Oral, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia ***Departemen Biomedika, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia *Jl Denta No 1 Sekip Utara, Yogyakarta, Indonesia; koresponden: regina.tandelilin@ugm.ac.id ABSTRAK Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu mikroorganisme dengan kemampuan melekat dan membentuk biofilm pada dental unit waterline yang dapat menyebabkan infeksi nosokomial dan infeksi sekunder periapikal terutama pada pasien yang memiliki sistem imun yang rendah dan tidak stabil. Hidrofobisitas merupakan sifat fisikokimiawi utama yang berperan pada tahap awal adhesi bakteri dan pembentukan biofilm. Tanaman lidah buaya (Aloe vera) berpotensi menghambat perlekatan bakteri karena mengandung komponen aktif seperti tanin, flavonoid, saponin dan terpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak lidah buaya terhadap hidrofobisitas P. aeruginosa ATCC 10145. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratoris yang menggunakan sampel berjumlah 24 yang terbagi dalam empat kelompok yaitu satu kelompok kontrol negatif dan tiga kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok terdiri dari enam sampel. Lidah buaya diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi kemudian diencerkan dengan menggunakan akuades. Pengamatan hidrofobisitas P. aeruginosa ATCC 10145 menggunakan metode pengukuran sudut kontak. Suspensi bakteri dicampur dengan akuades pada kelompok kontrol dan ekstrak lidah buaya pada subkelompok perlakuan dengan konsentrasi masing- masing 8,5%, 17%, dan 34%. Suspensi yang telah tercampur diinkubasi, kemudian didepositkan ke dalam membran filter selulosa asetat. Pada membran filter selulosa asetat dilakukan drop-profile analysis dan dilanjutkan dengan pengukuran sudut kontak menggunakan software Image-J. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA dan dilanjutkan post hoc LSD (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks hidrofobisitas tertinggi terlihat pada kontrol negatif dan indeks hidrofobisitas terendah terlihat pada kelompok ekstrak lidah buaya dengan konsentrasi 34%. Hasil One-way ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak lidah buaya pada semua kelompok signifikan dalam menurunkan hidrofobisitas P. aeruginosa ATCC 10145. Hasil LSD test menunjukkan bahwa ekstrak lidah buaya dengan konsentrasi 34% merupakan konsentrasi yang paling efektif dalam menurunkan hidrofobisitas P. aeruginosa ATCC 10145. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak lidah buaya bermakna menurunkan hidrofobisitas P. aeruginosa ATCC 10145 dan konsentrasi 34% memiliki efek tertinggi dalam menurunkan hidrofobisitas P. aeruginosa ATCC 10145 dibandingkan dengan konsentrasi 8,5% dan 17%. Kata Kunci: hidrofobisitas; lidah buaya; Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145 ABSTRACT: Hydrophobicity of Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145 bacteria after exposure to aloe vera extract. Pseudomonas aeruginosa is a microorganism found in water that passes through the dental unit waterline with the ability to adhere and to form biofilm. Pseudomonas aeruginosa can cause nosocomial infections and secondary periapical infections, especially in patients with low and unstable immune systems. Aloe vera contains active components such as tannins, flavonoids, saponins and terpenoids that have the potential to inhibit bacterial attachment. Hydrophobicity is the main physicochemical property that plays a role in the early stages of bacterial adhesion and biofilm formation. This study aimed to determine the effect of aloe vera extract on the hydrophobicity of P. aeruginosa ATCC 10145. The study was an experimental laboratory using 24 samples, divided into four groups, one negative control group and three treatment groups with six samples each. Aloe vera was extracted using the maceration method and then diluted using distilled water. The hydrophobicity of P. aeruginosa ATCC 10145 was observed using the contact angle measurement method. The bacterial suspension was mixed with distilled water in the control group, and aloe vera extract in each treatment subgroup with concentrations of 8.5%, 17%, and 34%. The mixed suspension was incubated, then deposited into the cellulose acetate filter membrane.