JURNAL TEKNIK ITS Vol. 11, No. 2, (2022) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) B90 Abstrak—Sistem distribusi tenaga listrik semakin berkembang yang ditandai dengan meningkatnya permintaan energi listrik. Terlebih lagi, keberadaan pembangkit listrik dengan sumber terbarukan semakin berkembang dan meluas. Pada kenyataannya, nilai beban dan pembangkitan sumber energi terbarukan selalu berubah. Semakin meningkatnya permintaan energi listrik serta nilai beban yang selalu berubah menyebabkan permasalahan seperti kerugian daya dan penurunan tegangan. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan melakukan rekonfigurasi dinamis yang memperhatikan energi terbarukan dan dinamika perubahan beban. Rekonfigurasi dinamis dilakukan pada jaringan distribusi radial 20 kV ULP Teluk Betung kota Bandar Lampung dengan metode Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) untuk mengurangi kerugian daya dan meningkatkan nilai tegangan pada jaringan distribusi. Metode Newton-Raphson digunakan sebagai metode aliran daya pada studi rekonfigurasi dinamis ini. Berdasarkan hasil simulasi dan analisis pada sistem distribusi yang terjadi gangguan pemutusan saluran dan terpasang sistem PV, setelah dilakukan rekonfigurasi dinamis pada sistem distribusi didapatkan bahwa dalam waktu 24 jam terjadi pengurangan kerugian daya aktif adalah sebesar 47,001% dan pengurangan kerugian daya reaktif adalah sebesar 46,866%. Nilai tegangan rata-rata pada sistem distribusi dalam 24 jam adalah sebesar 0, 98947 p.u dan dengan nilai tegangan minimum adalah sebesar 0,95444 p.u. Dari hasil simulasi dan analisis, rekonfigurasi dinamis dengan metode BPSO mampu meningkatkan nilai tegangan dan menurunkan kerugian daya pada sistem distribusi yang terjadi gangguan saluran dan terpasang sistem PV. Kata KunciBinary Particle Swarm Optimization (BPSO), Pengurangan Kerugian Daya, Peningkatan Profil Tegangan, Photovoltaic, Rekonfigurasi Jaringan Dinamis, Sistem Distribusi. I. PENDAHULUAN ERKEMBANGAN sosial ekonomi yang cepat menyebabkan kebutuhan energi listrik oleh konsumen terutama di sektor industri dan komersial pada sisi distribusi semakin meningkat [1]. Peningkatan kebutuhan energi listrik mengakibatkan peningkatan arus yang akan meningkatkan kerugian daya dan drop tegangan pada jaringan. Kerugian daya dipengaruhi oleh arus resistansi dan reaktansi penyulang [2]. Selain itu, permasalahan lain yang mungkin terjadi adalah gangguan pada saluran, seperti saluran putus karena short circuit, fenomena alam atau sistem yang abnormal. Semakin banyaknya renewable energy (RE), misalnya photovoltaic (PV), yang pembangkitannya tidak menentu di jaringan distribusi juga menjadi tantangan karena dapat mempengaruhi karakteristik penyulang [3]. Oleh karena pentingnya jaringan distribusi, maka PT PLN (Persero) sebagai penyedia jasa listrik di Indonesia harus selalu menjaga kualitas jaringan distribusi. Salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan kerugian daya dan drop tegangan dengan mempertimbangkan RE yang keluaran dayanya bervariasi adalah dengan rekonfigurasi dinamis jaringan distribusi [4]. Penelitian mengenai rekonfigurasi jaringan distribusi telah berhasil menyelesaikan permasalahan pada sistem distribusi, seperti perbaikan profil tegangan, perbaikan kerugian daya, dan juga untuk menaikkan indeks stabilitas tegangan [5-7]. Pengembangan rekonfigurasi jaringan distribusi dengan interval pernah dianalisis untuk menurunkan kerugian daya [8]. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan studi Rekonfigurasi Dinamis Jaring Distribusi Radial 20 kV Teluk Betung untuk Meningkatkan Profil Tegangan dengan Mempertimbangkan Gangguan Saluran dan Injeksi Renewable Energy Fachri Azca Haidar Fayumi, Dimas Fajar Uman Putra, dan Ni Ketut Aryani Departemen Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: dimasfup@ee.its.ac.id P Gambar 1. Jenis kurva beban harian residensial. Gambar 2. Jenis kurva beban harian komersial. Gambar 3. Jenis kurva beban harian industrial.