Agripet Vol 15, No. 2, Oktober 2015 85 Pengaruh Tepung Tanaman Meniran (Phyllanthus niruri Linn) Sebagai Pakan Tambahan Terhadap Mikroflora Usus Halus Ayam Pedaging (Effect of meniran powder as feed additive on microflora small intestine of broiler) Lestariningsih 1 , Osfar Sjofjan 2 dan Edhy Sudjarwo 2 1 Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang 2 Dosen Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang ABSTRACT Meniran plant powder has potential as feed additive that can help balancing the microflora of small intestine of broilers . However, it is but not yet known that the best optimum level of meniran plant powder given effect on small intestine microflora of broiler. The purpose of this study was to find the best level of meniran powder that used to inhibited the growth of small intestine microfora (lactad acid bacteria and Eschirichia coli). This study consist of 4 treatments which were (P0= Antibiotic 100 %, P1= meniran powder 0 %, P2= meniran powder 0,8 % and P3 = meniran powder 1,2 %). Variable tested in this study were LAB and Eschirichia coli. Nested Completely Randomized Design method used and if there was a different effect , it would tested by Duncan’s Multiple Range Test. The result of the research indicated that meniran plant powder had a not significant effect (P>0.05) on small intestine microflora of broiler (BAL dan Escherichia coli). It was noted that supplementation meniran plant powder at level of 0,8% gave the best effect on the small intestine microflora. Keywords : Meniran, powder, small intestine and broiler 2015 Agripet : Vol (15) No.2 : 85-91 PENDAHULUAN 1 Meniran merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Hal ini disebabkan senyawa flavonoid yang terdapat di dalam meniran. Senyawa flavonoid mampu berperan sebagai antibakteri dengan menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Dinding sel bakteri patogen sangat tipis sehingga mudah ditembus flavonoid yang jika diserap secara berlebihan maka dapat merusak dinding sel bakteri patogen tersebut. Antibakteri berperan penting dalam membantu kehidupan miflora di dalam usus halus. Usus halus merupakan salah satu organ pencernaan yang mempunyai peran penting dalam penyerapan sari makanan di dalam tubuh ayam pedaging. Hal ini didukung dengan adanya keseimbangan mikroba yang terdapat di dalam usus halus. Bakteri yang dominan terdapat di dalam usus halus adalah bakteri non patogen (Bakteri Asam Laktat) dan bakteri patogen (Escherichia coli). Sjofjan (2001) menyatakan Corresponding author : taribrawijaya@yahoo.com DOI: http://dx.doi.org/10.17969/agripet.v15i2.2305 bahwa distribusi mikroflora dalam saluran pencernaan sebagian besar adalah bakteri gram positif. Mikroflora yang menyokong kesehatan hewan terdiri dari berbagai macam spesies mikroba seperti Lactobaccilus. Rasio jumlah mikroba pada kelompok mikroflora tersebut sangat penting bagi kesehatan hewan (Abun, 2008). Beberapa hasil metabolisme dari bakteri non patogen seperti konsentrasi ion hidrogen, potensi redoks, hidrogen sulfide dan asam lemak terbang (VFA) dapat menjadi penghambat terhadap pertumbuhan mikroflora patogen (Bjerrum, Engberg, Leser, Jensen, Finster and Pedersen, 2006). Mengingat pentingnya peran keseimbangan mikroflora di dalam usus halus dan banyaknya penggunaan antibiotik sebagai pakan tambahan untuk ternak maka dalam penelitian ini digunakan pakan tambahan yang lebih alami yaitu tepung tanaman meniran.