Seminar Nasional Cendekiawan ke 5 Tahun 2019 ISSN (P) : 2460 - 8696 Buku 2: ”Sosial dan Humaniora“ ISSN (E) : 2540 - 7589 2.36.1 PENGARUH RASIO PASAR, PROFITABILITAS, LEVERAGE, LIKUIDITAS DAN AKTIVITAS TERHADAP KINERJA PASAR DENGAN CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI PEMODERASI Selva Octami Dwi Sari 1) , Vinola Herawaty 2) 1,2). Magister Akuntansi Universitas Trisakti Email: selvaoctami@gmail.com vinolaherawaty@yahoo.com Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh rasio pasar, profitabilitas, leverage, likuiditas dan aktivitas terhadap kinerja pasar dangan corporate governance sebagai pemoderasi. Objek penelitian yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 - 2018. Untuk pengambilan sampel, peneliti menggunakan teknik purposive sampling, yang artinya perusahaan yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang akan dijadikan sebagai sampel penelitian, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 15 perusahaan dan 75 data perusahaan. Teknik analisa yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan perubahan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pasar perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 - 2018. Sedangkan Rasio Pasar, Profitabilitas, Leverage, Dan Aktivitas tidak berpengaruh terhadap Kinerja Pasar perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 - 2018. Kata Kunci: kinerja pasar, rasio pasar, profitabilitas, leverage, likuiditas, aktivitas 1. Pendahuluan Bagi investor sebelum dia berinvestasi terlebih dahulu akan mengkaji semua informasi dari perusahaan untuk melakukan valuasi, bukan saja informasi internal dari hasil laporan keuangan namun juga informasi dari eksternal. Untuk suatu perusahaan yang telah go public, mencermati tren harga saham perusahaan adalah salah satu cara untuk menilai kinerja perusahaan. Hal ini karena, harga saham akan mencerminkan bagaimana eskpektasi pelaku pasar terhadap nilai pasar (market value) perusahaan. Menurut Lako (2004) dan Alwi (2003), sebagai salah satu instrumen ekonomi, fluktuasi harga saham di suatu bursa efek secara individual maupun gabungan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal biasanya berasal dari peristiwa-peristiwa mikro perusahaan (berasal dari dalam perusahaan), sedangkan faktor eksternal biasanya berasal dari peristiwa-peristiwa makro perusahaan (berasal dari luar perusahaan). Menurut Fabozzi dan Peterson (2003), kinerja saham adalah suatu tingkat keberhasilan yang dicapai perusahaan dilihat dari pergerakan harga sahamnya, apabila baik maka harga saham perusahaan akan meningkat begitupun sebaliknya. Dinyatakan juga bahwa kinerja saham dapat diukur menggunakan return saham. Melalui return saham, investor dapat mengetahui bagaimana kinerja harga saham perusahaan, ketika harga saham meningkat maka return sahamnya positif begitupun sebaliknya.