Seminar Nasional Cendekiawan ke 5 Tahun 2019 ISSN (P) : 2460 - 8696 Buku 2: Sosial dan HumanioraISSN (E) : 2540 - 7589 2.25.1 PENGARUH PEMBAYARAN DIVIDEN, PROSPEK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN VOLATILITAS ARUS KAS OPERASIONAL TERHADAP KUALITAS LABA DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL MODERASI Geavanesa Octoviany 1) , Vinola Herawaty 2) 1,2) . Magister Akuntansi Universitas Trisakti Email: geavanesa_octoviany@yahoo.com vinolaherawaty@yahoo.com Abstrak Laba menjadi isu penting yang harus dilihat dari sisi kualitasnya karena laba merupakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja operasional perusahaan. Investor dan kreditor menggunakan laba untuk mengevaluasi kinerja manajemen, memperkirakan earnings power dan untuk memprediksi laba dimasa yang akan datang. Sampel yang digunakan adalah 97 perusahaan manufaktur periode 20132017. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dividen, pertumbuhan penjualan perusahaan, dan kepemilikan institusional secara langsung berpengaruh terhadap kualitas laba. Namun ketika kepemilikan institusional dijadikan sebagai variabel moderasi, variabel ini tidak terbukti dapat memoderasi variabel independen dalam penelitian ini. Kata kunci: pembayaran dividen, prospek pertumbuhan perusahaan, volatilitas arus kas operasional, good corporate governance, kualitas laba 1. Pendahuluan Laba merupakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja operasional perusahaan. Investor dan kreditor menggunakan laba untuk mengevaluasi kinerja manajemen, memperkirakan earnings power dan untuk memprediksi laba dimasa yang akan datang (Dul Muid, 2009). Laba yang tidak menunjukkan informasi yang sebenarnya tentang kinerja manajemen dapat berdampak pada tidak maksimalnya tujuan yang dicapai pihak pengguna laporan. Jika laba seperti ini digunakan oleh investor untuk membentuk nilai pasar perusahaan, maka laba tidak dapat menjelaskan nilai pasar perusahaan yang sebenarnya. Bagi investor, laporan laba dianggap mempunyai informasi untuk menganalisis saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, menurut Wati dan Putra (2017), kualitas laba menjadi perhatian bagi investor dan para pengambil kebijakan akuntansi serta pemerintahan. Penelitian yang dilakukan oleh (Sirait dan Siregar, 2014) menyimpulkan bahwa pembayaran dividen, prospek pertumbuhan perusahaan dan volatilitas arus kas operasional merupakan indikator laba yang berkualitas. Pembayaran dividen, prospek pertumbuhan perusahaan dan volatilitas arus kas operasional dianggap dapat mempengaruhi kualitas laba karena perusahaan yang membayarkan dividen cenderung memiliki kualitas laba yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang tidak membayarkan dividen. Begitupun dengan prospek pertumbuhan perusahaan yang dianggap dengan pertumbuhan penjualan perusahaan atau penurunan penjualan perusahaan dapat mempengaruhi kualitas laba perusahaan. Volatilitas arus kas operasional diduga dapat mempengaruhi kualitas laba perusahaan karena berkaitan dengan kestabilan arus kas perusahaan dalam menjalankan aktivitas operasional bisnisnya. Disamping itu, terdapat pula faktor lainnya seperti corporate governance melalui kepemilikan institusional yang dianggap dapat mempengaruhi kualitas laba. Hal ini dapat