DOI: https://doi.org/10.34151/jurtek.v14i2.3729 Jurnal Teknologi, Volume 14, Nomor 2, ISSN: 2338-6711, Desember 2021, 150-157 1 Potensi Debit Kali Brondong untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Desa Brondong, Purworejo, Jawa Tengah Rani Trisdawati 1 , Dwi Indah Purnamawati 2 , Danis Agoes Wiloso 3 Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, IST AKPRIND Yogyakarta ranitrisdawati@yahoo.com 1 , dwiindah@akprind.ac.id 2 , danisagoes@akprind.ac.id 3 ABSTRACT Electrical power greatly affect of human civilization, causes the demand for electricity to increase. For keeping stability of nature and life, have to find an alternative for switch fuel fossil energy to renewable natural resources that is water. The research purpose is calculate electrical power generated a discharge water of Kali Brondong for application micro hydro power. Research methods consist of 3 step there are first step interpretation of topographic maps and flow pattern maps. Second step is data collection (discharge water and head) and third step is data processing. Discharge water of Kali Brondong in October 2020 is 0,399 m 3 /s in February 2021 is 1,393 m 3 /s. Head is 4,25 m, type of turbine to use is crossflow and the electrical power generated is 10,801- 37,711 kW. Keywords: discharge water, Kali Brondong, micro hydro. INTISARI Energi listrik sangat mempengaruhi peradaban manusia, membuat kebutuhan listrik semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Demi menjaga keseimbangan alam dan kehidupan, maka perlu dicari alternatif untuk mengganti bahan bakar dari energi fosil dengan sumber daya alam terbarukan salah satunya yaitu air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar daya yang dapat dihasilkan dari debit aliran Kali Brondong untuk penerapan mikrohidro. Metode penelitian terbagi menjadi 3 tahap diantaranya tahap pendahuluan yaitu interpretasi peta topografi dan peta pola aliran. Tahap pengumpulan data diantaranya pengukuran debit, tinggi terjunan dan terakhir tahap pengolahan data. Pengukuran debit Kali Brondong di bulan Oktober 2020 diperoleh Q1 sebesar 0,399 m 3 /s dan di bulan Februari 2021 Q2 sebesar 1,393 m 3 /s, head setinggi 4,25 m, jenis turbin yang digunakan yaitu turbin crossflow dan daya listrik yang dapat dihasilkan sebesar 10,801-37,711 kW. Kata Kunci: debit, Kali Brondong, mikrohidro. PENDAHULUAN Listrik memiliki peran penting dalam kehidupan, menjadi kebutuhan yang tidak dapat dilepaskan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Sampai saat ini energi listrik diperoleh dari pembangkit dengan bahan bakar yang berasal dari sumber daya alam tak terbarukan (energi fosil) seperti batubara atau minyak bumi. “Sumber daya alam tak terbarukan itu sendiri merupakan sumber daya yang keberadaannya kembali tidak dapat diharapkan karena suatu saat akan habis” (Sukandarrumidi, dkk, 2013). Produksi listrik dengan bahan bakar energi fosil memiliki kelebihan yaitu menghasilkan daya listrik dengan skala besar yang berlangsung terus menerus, sedangkan kekurangannya memberikan dampak negatif terhadap lingkungan yaitu bertambahnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer sehingga menyebabkan efek rumah kaca. Demi menjaga keseimbangan alam dan kehidupan, maka perlu dicari sumber daya alam terbarukan (renewable natural resources) yakni alternatif untuk mengganti bahan bakar dari energi fosil dengan sumber daya alam terbarukan sehingga menghasilkan produk yang sama (energi listrik) dan ramah lingkungan. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam terbarukan salah satunya air, pemanfaatan air sebagai pembangkit listrik ini dikenal dengan PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air. Peneliti melihat adanya sumber daya air yang melimpah di daerah penelitian sehingga menarik untuk dianalisis debit aliran sungainya untuk penerapan pembangkit listrik skala kecil (mikrohidro). Mikrohidro atau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai dengan debit kecil atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air (Sukandarrumidi, dkk. 2013) yang dapat menghasilkan daya kurang dari 100 kW.