NARRATIVE REVIEW: ANALISIS KANDUNGAN MERKURI (Hg) HIDRO KUINON PADA KRIM PEMUTIH WAJAH Nurilmi Azakinah Program Studi S1 Farmasi, Jurusan Kimia, Biologi, dan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako, Kota Palu ABSTRACT Logam berat merkuri sering digunakan dalam produk kosmetik seperti body lotion untuk membantu mempercepat proses pemutihan kulit. Kosmetik yang mengandung merkuri dapat menyebabkan efek samping seperti gangguan kulit, kanker, dan keracunan sistem saraf. Tujuan penelitian ini untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai penelitian yang menganalisis kandungan merkuri dan hidrokuinon pada produk sediaan farmasi menggunakan Spektrofotometri di beberapa wilayah Indonesia. Penelitian literatur dilakukan dengan mencari beberapa artikel jurnal penelitian yang sudah diterbitkan pada tahun 2015-2025, yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Diperoleh 6 jurnal mengenai analisis kandungan senyawa kimia dalam sediaan farmasi dengan metode Spektrometri Uv-Visible. Dari tinjauan diatas dapat disimpulkan bahwa metode analisis senyawa kimia dalam sediaan farmasi dapat dilakukan dengan metode tersebut dimana hasil dari metode semuanya memenuhi persyaratan atau kriteria yang ditetapkan. Kata Kunci : Analisis kuantitatif, krim pemutih, merkuri, spektrofotometri PENDAHULUAN Warna kulit putih seringkali dianggap sebagai standar kecantikan wanita, yang dipromosikan di berbagai masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Konsep kecantikan di Indonesia telah berubah secara signifikan. Pada tahun 60-an, wanita dianggap cantik jika berkulit hitam dan berambut ombak, tetapi pada tahun 1990-an standar wanita cantik yang ada di indonesia adalah wanita kulit putih. Masyarakat di Indonesia meyakinkan bahwa wanita cantik adalah yang berkulit putih dan bersinar seperti orang Korea. Untuk mendapatkan penampilan yang diinginkan, banyak wanita yang rela menghabiskan uang untuk membeli kosmetik (Amelia et al., 2022). Bagi wanita maupun pria, kosmetik merupakan salah satu produk kebutuhan terpenting yang digunakan dengan tujuan untuk perawatan, kesehatan kulit, maupun memperbaiki atau meningkatkan penampilan (Muliyawan, 2013). Tersedianya berbagai jenis produk kosmetik memberikan kesempatan bagi konsumen untuk tampil lebih cantik dan menarik. Namun, kosmetik yang beredar di pasaran tidak jarang mengandung komponen aktif yang berbahaya. Lebih buruk lagi, perusahaan kosmetik abal-abal melihat perilaku gaya hidup atau euphoria masyarakat mengenai kosmetik sebagai peluang untuk membuat barang instan tanpa memperhatikan keamanan produk yang dihasilkan (Damanik et al., 2011).