PERADABAN ISLAM AL-SAFIHA: INSTRUMEN ASTRONOMI REVOLUSIONER KARYA AL-ZARKALI SEBAGAI BUKTI KEMAJUAN PERADABAN ISLAM DI ANDALUSIA Salah satu karya terbesarnya adalah "Al-Muqtabis" (The Book of Gleanings), di mana ia menyajikan tabel perhitungan astronomi yang akurat dan metodologi pengukuran instrumen astronomi. Al-Zarqālī juga menciptakan astrolab, sebuah instrumen astronomi yang digunakan untuk mengukur posisi bintang dan planet di langit. Penemuan dan peningkatannya dalam astrolab telah mendukung perkembangan astronomi selama berabad- abad, memfasilitasi pengamatan dan perhitungan yang lebih tepat. Abu Ishaq Ibrahim ibn Yahya al-Zarqali, lahir sekitar tahun 1029 Masehi di Toledo, Spanyol, adalah seorang ilmuwan Muslim yang melambangkan kecemerlangan dalam bidang astronomi dan matematika pada Zaman Keemasan Islam https://id.wikipedia.org/wiki/Ab%C5%AB_Ish%C4%81q_Ibr%C4%81h%C4%ABm_al-Zarq%C4%81l%C4%AB Fauzan Hoerurizal Dewi Raharmadanti AL-ZARKALI Abū Isḥāq Ibrāhīm ibn Yaḥyā al-Naqqāsh al-Zarqālī al- Tujibi, atau yang oleh bangsa Eropa sering disebut dengan sebutan Arzachel adalah seorang pembuat instrumen, astrolog, dan salah satu astronom utama Muslim Arab. Dia tinggal di Toledo, Andalusia. Al-Zarqālī menulis dua karya tentang pembangunan instrumen untuk menghitung posisi planet menggunakan diagram model Ptolemaic. Setelah ia menjadi seorang astronom terkenal dan pembangun instrumen ilmiah, ia memutuskan berhenti membuat instrumen untuk orang lain, dan mulai menciptakan karyanya sendiri. Selain itu, al-Zarqālī membuat kemajuan penting dalam studi gerhana matahari dan bulan. Ia melakukan pengukuran yang sangat akurat tentang diameternya, memperbaiki model Ptolemaik tentang gerhana dan mengembangkan metode yang lebih akurat untuk memprediksi waktu terjadinya gerhana. Al-Zarqālī juga berkontribusi dalam bidang trigonometri dengan memperkenalkan metode triangulasi yang lebih akurat untuk mengukur jarak antara bumi dan matahari, serta untuk menentukan ukuran bumi. Karya-karyanya, yang mencakup peningkatan alat-alat astronomi dan penelitian teoretis dalam matematika dan astronomi, menjadikannya salah satu ilmuwan terkemuka dalam dunia Islam pada masa itu. Peninggalannya terus mempengaruhi pengembangan ilmu pengetahuan, terutama dalam astronomi dan matematika, di masa berikutnya. Al-Zarqali tumbuh dalam atmosfer intelektual yang mencakup keberagaman budaya dan ilmiah. Pendidikannya yang kuat melibatkan studi mendalam dalam matematika, astronomi, dan fisika, membekalinya dengan dasar pengetahuan yang kokoh. https://www.kompasiana.com/risnahwati0954/658058cbc57afb55e90fcc22/biografi-abu-ishaq-ibrahim-ibn-yahya-az-zarqali Meskipun namanya secara konvensional disebut sebagai al-Zarqālī, bentuk sebenarnya diyakini adalah al-Zarqālluh. Dalam bahasa Latin, ia disebut sebagai Arzachel atau Arsechieles, sebuah bentuk modifikasi dari Arzachel, yang artinya 'engravir'. https://artsandculture.google.com/entity/m025hx1?hl=id