Community Development Journal Vol.4 No.3 Tahun 2023, Hal. 5553-5558 P-ISSN 2721-4990| E-ISSN 2721-5008 5553 PENDAMPINGAN POKDARWIS DALAM UPAYA PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN BATURITI Ni Wayan Sri Rahayu 1 , I Nyoman Slamet 2 , I Gede Suhartawan 3 , I Gede Adiyana Putra 4 , Edy Semara Putra 5 , Komang Triawati 6 , Irma Yanti Dyahjatiningsih 7 1,2,3,4,5,6,7) Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan, STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah e-mail: niwayansrirahayu@gmail.com 1 , slametnyoman301@gmail.com 2 , gedeshr@dharmasentana.ac.id 3 , adiyanaputra97@gmail.com 4 edysemaraputra@gmail.com 5 , komangtriawati89@gmail.com 6 , irmayantidiah23@gmail.com 7 Abstrak Kegiatan pariwisata saat ini telah ditemukan hampir di setiap daerah di Indonesia termasuk dalah satunya Provinsi Sulawesi Tengah. Parigi Moutong merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Sulawesi Tengah juga sedang berupaya dalam mengembangkan dan memperkenalkan destinasi kepariwisataan. Pengembangan pariwisata yang terdapat di Parigi Moutong lebih diarahkan pada pengembangan produk wisata alam seperti wisata Pantai Tumpapa yang berlokasi di Desa Malakosa, wisata Pantai Nalera, wisata Teluk Tomini maupun wisata Air Terjun Baturiti yang saat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang baru saja dikembangkan. Daerah wisata air terjun Baturiti memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa dikembangkan jika pemerintah, pengelola, masyarakat, dan perguruan tinggi dapat secara bersama-sama menindaklanjuti program-program yang ada. Letak geografis wisata air terjun Baturiti sangat strategis untuk mendukung kegiatan kepariwisataan terutama untuk konsep wisata alam. Beberapa peningkatan perlu dilakukan pihak pengelola tempat wisata seperti penyediaan fasilitas untuk menunjang kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Selain itu pentingnya kesadaran masyarakat atau pengunjung terkait dengan kebersihan lingkungan, karena masih ada saja pengunjung yang membuang sampah sembarangan di area tempat wisata. Pembangunan wisata maju sejatinya membutuhkan peran masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan Bersama. Kata kunci: Derah Wisata, Pariwisata, Pokdarwis Abstract Currently, tourism activities have been found in almost every region in Indonesia, including in the province of Central Sulawesi. Parigi Moutong is one of the districts in Central Sulawesi Province which is also trying to develop and introduce tourism destinations. Tourism development in Parigi Moutong is more directed at developing natural tourism products such as Tumpapa Beach tourism located in Malakosa Village, Nalera Beach tourism, Tomini Bay tourism and Baturiti Waterfall tourism which is currently one of the newly developed tourist destinations. The Baturiti waterfall tourist area has enormous potential to be developed if the government, administrators, community and universities can jointly follow up on existing programs. The geographical location of the Baturiti waterfall tour is very strategic to support tourism activities, especially for the concept of nature tourism. Several improvements need to be made by the management of tourist attractions such as providing facilities to support the comfort of visiting tourists. Besides that, the importance of public or visitor awareness related to environmental cleanliness, because there are still visitors who litter in tourist areas. The development of advanced tourism actually requires the role of the community for the realization of shared prosperity. Keywords: Tourism Area, Tourism, Pokdarwis PENDAHULUAN Dalam era yang serba kepariwisataan menjadi salah satu industri yang berkembang di Indonesia dan terbukti menyumbangkan pendapatan yang cukup besar. Melihat prospek kepariwisataan inilah yang kemudian menjadikan setiap daerah secara lebih intensif mempersiapkan dan mengelola potensi yang dimiliki sebagai objek kepariwisataan. Parigi Moutong merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Sulawesi Tengah juga sedang berupaya dalam mengembangkan dan memperkenalkan destinasi kepariwisataan. Pengembangan pariwisata yang terdapat di Parigi Moutong lebih diarahkan pada pengembangan produk wisata alam seperti wisata Pantai Tumpapa yang