Buletin Veteriner Udayana Volume 15 No. 3: 451-457 pISSN: 2085-2495; eISSN: 2477-2712 Juni 2023 Online pada: http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet DOI: 10.24843/bulvet.2023.v15.i03.p14 Terakreditasi Nasional Sinta 4, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi No. 158/E/KPT/2021 451 Morfometri Kuku Sapi Putih Taro di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali (WHITE TARO CATTLE HOOF MORPHOMETRY IN TARO VILLAGE, TEGALLALANG DISTRICT, GIANYAR REGENCY, BALI) Nur Intan Wulan Yunita 1 *, Ni Nyoman Werdi Susari 2 , I Putu Sampurna 3 1 Mahasiswa Sarjana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234; 2 Laboratorium Anatomi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234; 3 Laboratorium Biostatistika, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234. *Email: intanwulan@student.unud.ac.id Abstrak Kuku merupakan bagian tubuh yang sangat penting karena dipergunakan untuk menopang berat badan dan berjalan. Seperti halnya pada hewan lainnya, kuku pada sapi berfungsi untuk melindungi os phalanx III, sebagai tempat hewan menumpu tanah, menahan bobot badan, peredam getar/kejutan saat menumpu ketika berlari dan melompat, serta berfungsi mengalirkan darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui morfometri kuku sapi putih taro di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, Indonesia. Jumlah sampel adalah 26 ekor sapi taro (umur > 3 tahun). Pita ukur dengan satuan cm digunakan untuk pengukuran kuku kaki depan. Pengambilan data dilakukan dengan mengacu pada metode yang digunakan oleh Radišć et al., (2012). Data yang diperoleh yaitu panjang, lebar, dan tinggi dianalisis secara kuantitatif. Untuk menguji perbedaan antara jantan dan betina digunakan uji T (Independent T-test) prosedur analisis menggunakan program SPSS. Hasil pengukuran kuku kaki depan sapi putih taro jantan diperoleh tinggi kuku adalah 12,08 cm, lebar kuku adalah 21,50 cm, panjang adalah 25,33 cm. Sedangkan pengukuran kuku depan sapi putih taro betina diperoleh tinggi kuku adalah 7,78 cm, lebar kuku adalah 25,00 cm, Panjang kuku adalah 17,57 cm. Secara umum antar kuku kaki depan sapi putih taro jantan dan betina ukurannya tidak berbeda nyata dengan koefisien keragaman kuku kaki depan sapi putih taro jantan dan betina dominan besar yaitu >20%, maka koefisien keragaman dari kuku kaki depan sapi putih taro jantan dan betina tidak seragam. Kata kunci: Desa Taro; kuku; morfometri; sapi putih taro. Abstract Hooves are a very important part of the body because they are used to support body weight and walk. As in other animals, the hoof of the cow serves to protect the phalanx III os, as a place for the animal to support the ground, to support body weight, to absorb vibrations/shock when supporting when running and jumping, and to circulate blood. This research is done to determine the morphometry of white taro cattle’s hooves in Taro village, Tegallalang District, Gianyar Regency, Bali, Indonesia. The amount of samples used is 26 taro cattle (> 3 years old). Measuring tape with cm as its unit is used to measure the hooves of the front legs. Data collection was done by referring to the method used by Radišć et al., (2012). Data collected includes length, width, and height is analysed quantiatively. To examine the difference between male and female, Independent T-test is used in the procedure analysis with SPSS program. The results of the forefoot measurements of white taro cattle obtained that the hoof height was 12.08 cm, nail width was 21.50 cm, length was 25.33 cm. While the measurement of the front hoof of a female Taro white cow, the hoof height is 7.78 cm, the nail width is 25.00 cm, and the nail length is 17.57 cm. In general, the size of the front toenails of male and