LINGUISTIK : Jurnal Bahasa & Sastra
http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/Linguistik | Vol.5 No.2 Juli-Desember 2020
e- ISSN 2548 9402 | | DOI : 10.31604/linguistik.v5i2.289-297
© UM-Tapsel Press 2020
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hal. 289
ANALISIS KRITIK SOSIAL KEPADA PEMERINTAH DALAM
PUISI ESAI “ABORSI DI PALIPPIS” KARYA SYUMAN SAEHA
Naim Irmayani
naimirmayanicomel27@gmail.com
Universitas Al Asyariah Mandar
Andriani
andrianikenetz@gmail.com
Universitas Al Asyariah Mandar
Nur Hafsa Yunus MS
hafsahnur29@gmail.com
Universitas Al Asyariah Mandar
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bagaimana kritik sosial yang ada dalam puisi esai “Aborsi di
Palippis” karya Syuman Saeha. Tujuan dari penelitian ini adalah dengan mengetahui kritik
sosial yang ada dalam puisi esai “Aborsi di Palippis” karya Syuman Saeha.Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data
berupa unsur batin dan kritik sosial dalam puisi esai “Aborsi di Palippis” karya Syuman Saeha.
Teknik penelitian yang digunakan adalah analisis dokumen yaitu puisi esai “Aborsi di Palippis”
karya Syuman Saeha dan wawancara narasumber Syuman Saeha selaku penyair puisi esai
“Aborsi di Palippis”.
Hasil penelitian yang diproleh yakni unsur batin puisi esai “Aborsi di Palippis” terdiri dari
tema, rasa, nada suasana dan amanat. Kritik sosial yang diperoleh berupa kritik terhadap pihak
pemerintah, pihak kontraktor dan masyarakat. Kritik sosial terhadap pemerintah memiliki 4
poin, terhadap kontraktor 3 poin dan terhadap masyarakat 3 poin. Dari ketiga sasaran kritik
tersebut, pemerintah dipandang sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas terciptanya
permasalahan sosial sebagaimana kritik sosial yang diperoleh dalam puisi esai “Aborsi di
Palippis” karya Syuman Saeha..
Kata Kunci : Analisis, Kritik Sosial, Puisi Esai
PENDAHULUAN
Karya sastra merupakan hasil perenungan pengarang terhadap fenomena sosial
budaya yang ada disekitarnya. Dengan kata lain karya sastra memberi wujud terhadap
gagasan seseorang melalui pandangan terhadap lingkungan sosial yang berada di
sekelilingnya dengan menggunakan bahasa yang indah. Oleh karena itu karya sastra
tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Karya sastra menjadi produk individual yang
pada saat ia berada di tengah masyarakat, seketika itu pula ia dipandang menjadi bagian
dari kehidupan masyarakat (Noor, 2011:5).
Karya sastra memiliki peran yang penting dalam masyarakat karena karya
sastra merupakan refleksi atau cerminan kondisi sosial masyarakat yang tejadi di
dunia sehingga karya itu menggugah perasaan khalayak untuk berpikir tentang