Prosiding Seminar Nasional Pertanian Peternakan Terpadu Ke-3 ISBN : 978-602-60782-2-3 [304] AKTIVITAS ENZIM SELULASE DAN MANANASE BUNGKIL INTI SAWIT YANG DIFERMENTASI DENGAN KOKTAIL MIKROBA Tiurma Pasaribu dan Arnold Parlindungan Sinurat Balai Penelitian Ternak, Ciawi Bogor e-mail: pasaributiurma@yahoo.com ABSTRAK Enzim selulase dan mananase dapat berperan menurunkan hemiselulosa dan serat kasar pada bungkil inti sawit terfermentasi, sehingga bungkil inti sawit terfermentasi diharapkan menjadi bahan pakan alternative untuk unggas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas enzim selulase dan mananase pada bungkil inti sawit yang difermentasi dengan inokulan koktail mikroba. Metode fermentasi yang dilakukan adalah dengan mencampurkan bungkil inti sawit yang sudah steril dengan koktail mikroba (1:1) kemudian diaduk hingga homogen dan diinkubasi dalam tray plastik selama 7 hari pada suhu +30 o C. Parameter yang diukur adalah aktivitas enzim selulase dan mananase setelah inkubasi 7 hari. Rancangan penelitian dilakukan dengan Rancangan Uji T, masing-masing terdiri dari 3 ulangan. Hasil menunjukkan bahwa fermentasi bungkil inti sawit dengan menggunakan koktail mikroba dapat meningkatkan enzim selulase (0,025 menjadi 0,468 μ/ml) dan mananase (0,027 menjadi 9,084 μ/ml). Disimpulkan bahwa koktail mikroba dapat meningkatkan aktivitas selulase dan mananase dalam bungkil inti sawit terfermentasi yang berperan menurunkan kadar serat kasar, dengan demikian bungkil inti sawit terfermentasi menjadi salah satu bahan pakan alternatif pada unggas. Kata Kunci: bungkil inti sawit, fermentasi, koktail mikroba, mananase, selulase. ABSTRACT Cellulase and mannanase enzymes can play a role in reducing hemicellulose and crude fiber on fermented palm kernel cake, so that fermented palm kernel cake is expected to be an alternative feed material for poultry. The purpose of this study was to evaluate the activity of cellulase and mannanase enzymes in palm kernel cake fermented with microbial cocktail inoculants. The fermentation method is carried out by mixing sterile palm kernel cake with the microbial cocktail (1: 1) then stirring until homogeneous and incubated in a plastic tray for 7 days at + 30 o C. The parameters measured were dry matter loss measured at incubation 3.5, and 7 days and cellulase and mananase enzyme activity tests were measured after 7 days incubation. The study design was carried out with a T-Test Design, each of them consisted of 3 replications. The results showed that palm kernel cake fermentation using microbial cocktails could increase cellulase (0.025 to 0.468 μ / ml) enzymes and mannanase (0.027 to 9.084 μ/ml) enzymes. It was concluded that microbial cocktails can increase cellulase and mannanase activity in fermented palm kernel cake which has a role in reducing levels of crude fiber. Thus the palm kernel cake is fermented into one of the alternative feed ingredients in poultry. Keywords: cellulase, fermentation, mananase, microbial cocktail, palm kernel cake. 1. PENDAHULUAN Melimpahnya produksi bungkil inti sawit di Indonesia memberi peluang sebagai bahan pakan ternak ruminant dan unggas, Pasaribu (2018) melaporkan tahun 2017 jumlahnya sekitar 3,2 juta ton. Bungkil inti sawit (BIS) adalah hasil samping dari produksi CPO (crude palm oil) diperoleh secara ekstraksi atau dengan proses fisik (expeller). Kadar protein yang tinggi (15,73-17,19%) (Mathius et al., 2005) pada BIS memberi