119 EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE EUCLIDIAN DAN AISLE UNTUK PENATAAN SITE LAYOUT OPTIMAL PROYEK DERMAGA X Sitti Safiatus Riskijah Politeknik Negeri Malang Jalan Sukarno Hatta No. 9 Malang ririssafiatus@gmail.com Abstrak Pengaturan site layout proyek sangat bervariasi tergantung pada jumlah dan dimensi fasilitas sementara yang dibutuhkan, luas area yang tersedia, dan lain-lain. Penempatan fasilitas akan mempengaruhi total jarak tempuh dari fasilitas satu ke fasilitas lainnya. Terdapat beberapa metode pengukuran jarak diantaranya adalah metode Euclidean dan Aisle. Tujuan penelitian yaitu untuk menentukan metode yang paling efektif dalam pengukuran jarak antar fasilitas sementara Proyek Dermaga X dalam menentukan site layout yang optimal. Data yang dibutuhkan adalah gambar site layout, jenis fasilitas sementara, jarak antar fasilitas, jumlah perpindahan tenaga kerja, daerah zona bahaya dan tidak bahaya. Pegukuran jarak menggunakan metode Eucladian dan Aisle. Penentuan site layout optimum menggunakan metode Multiobjective Function. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran jarak antar fasilitas dengan menggunakan metode Eucledian menghasilkan site layout yang paling optimal dibandingkan metode Aisle dengan nilai travelling distance dan safety indeks terkecil yaitu pada site layout alternatif 1 dengan kondisi equal site layout. Optimasi menggunakan metode Multiobjective Function dengan nilai penyetaraan 30% TD dan 70% SI serta 40% TD dan 60% SI diperoleh site layout alternatif 1 paling optimum dengan total nilai penyetaraan TD dan SI sebesar 1,0181 dan 1,0164 yang merupakan nilai TD dan SI penyetaraan terkecil. Kata Kunci: site layout, dermaga X, optimal, travelling distance, safety indeks 1. PENDAHULUAN Perluasan Proyek Dermaga X di Jawa Timur dilaksanakan oleh PT. X mulai tahun 2019 sampai dengan tahun 2020. Dalam pelaksanaannya Kontraktor ini dituntut untuk melakukan efisiensi, salah satu caranya adalah melakukan optimasi penataan fasilitas proyek (site layout). Optimasi ini perlu dilakukan karena penempatan fasilitas proyek dapat bervariasi tata letaknya, dan dapat menimbulkan jarak tempuh serta tingkat keselamat- an dan keamanan tenaga kerja yang bervariasi pula. Pengaturan site layout proyek sangat bervariasi tergantung pada jumlah dan dimensi fasilitas sementara yang dibutuhkan, luas area yang tersedia, serta rencana mobilisasi alat dan kendaraan. Penelitian terdahulu [1] menyatakan bahwa site layout yang optimum akan menghasilkan jarak tempuh yang pendek dan nilai indeks keamanan yang kecil sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja, dan [2] menyatakan bahwa site layout yang optimum dapat dianalisis menggunakan metode Multi Objective Function dengan cara menganalisis dua parameter yaitu nilai jarak tempuh antar fasilitas atau travel distance (TD) dan indeks keamanan atau safety indeks (SI). Penempatan fasilitas akan mempengaruhi total jarak tempuh dari fasilitas satu ke fasilitas lainnya, dimana jarak tempuh dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya adalah metode Euclidean dan Aisle. Metode Euclidean merupakan salah satu metode yang sudah umum digunakan [3], sedangkan metode Aisle merupakan metode pengukuran jarak aktual sepanjang lintasan atau gang/Aisle [4]. Dengan alasan itulah maka perlu dilakukan perbandingan antar dua metode tersebut untuk mengetahui metode yang paling efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan metode yang paling efektif dalam pengukuran jarak antar fasilitas sementara Proyek Dermaga X dalam menentukan site layout yang optimal. 2. KAJIAN PUSTAKA 2.1. Site Layout Penataan Site layout adalah suatu rencana perletakan bangunan sementara sebagai sarana pendukung pelaksanaan pekerjaan proyek, seperti kantor sementara, workhsop pembuatan beton precast, gudang material dan alat, jalan masuk dan keluar proyek, dan lain sebagainya [5]. Site layout yang efisien memberikan kualitas lingkungan konstruksi yang unggul dan aman, untuk itu perlu optimasi untuk meminimalkan dampak bahaya dan mengurangi konsekuensi efek domino [6]. [7] dalam [5] mengelompokkan tipe fasilitas dalam 3 jenis, yaitu 1) fasilitas sementara, yaitu fasilitas yang diletakkan di tempat kosong mana saja yang terdapat di lahan proyek konstruksi; 2) fasilitas tetap, yaitu fasilitas yang memiliki tempat tetap di lapangan dan