55 TINJAUAN PUSTAKA JURNAL KOMPLIKASI ANESTESI VOLUME 7 NOMOR 1, November 2019 Monitoring Hemodinamik Non Invasif Perioperatif Juni Kurniawaty, Bhirowo Yudo Pratomo, Fatkhur Roofi Khoeri Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia ABSTRAK Manajemen hemodinamik bertujuan untuk mengoptimalkan tekanan perfusi dan hantaran oksigen untuk mempertahankan atau mengembalikan metabolisme seluler yang adekuat pada periode perioperatif. Untuk mengoptimalkan fungsi kardiopulmoner, manajemen hemodinamik menekankan pada pemberian cairan dan agen vasoaktif untuk mendapatkan target nilai variabel hemodinamik. Selain variabel hemodinamik dasar seperti tekanan darah dan laju jantung, ada variabel hemodinamik lainnya seperti preload jantung berbasis tekanan atau volume, variabel dinamis preload jantung, dan variabel aliran darah (stroke volume, cardiac output). Beragam teknologi invasif, kurang invasif, dan non invasif pemantauan hemodinamik saat ini tersedia untuk menilai variabel hemodinamik di ruang operasi atau unit perawatan intensif. Kata kunci: hemodinamik, non invasif ABSTRACT In perioperative medicine, hemodynamic management aims at an optimization of perfusion pressure and oxygen delivery in order to maintain or restore adequate cellular metabolism. To optimize cardiopulmonary function, hemodynamic management triggers the administration of fluids and vasoactive agents according to predefined target values of hemodynamic variables. Besides basic hemodynamic variables (blood pressure and heart rate), include advanced hemodynamic variables such as pressure- or volume-based cardiac preload variables, dynamic cardiac preload variables, and blood flow variables (stroke volume, cardiac output). A variety of invasive, less-invasive, and non-invasive hemodynamic monitoring technologies are nowadays available to assess hemodynamic variables in the operating room or the intensive care unit. Keywords: hemodynamic, non-invasive PENDAHULUAN Lebih dari 300 juta pasien menjalani tindakan operasi di seluruh dunia setiap tahunnya dengan laporan mortalitas 1% - 4% paska operasi. Komplikasi dan kematian sering terjadi pada pasien dengan rIsiko tinggi, yaitu pada pasien dengan usia tua dan atau dengan penyakit komorbid, serta pasien yang menjalani operasi gastrointestinal atau vaskular. Pemberian cairan intravena dan inotropik memiliki efek pada outcome pasien, khususnya pada operasi besar. Dengan demikian, monitoring curah jantung dalam mengarahkan pemberian cairan intravena dan obat inotropik bagian dari algoritma terapi hemodinamik. 1 Kemajuan substansial di bidang teknologi pemantauan hemodinamik non invasif tercapai dalam beberapa dekade terakhir yang membantu mengukur dan mengoptimalkan variabel berbasis aliran seperti stroke volume (SV), cardiac output (CO) untuk upaya mencegah hipoperfusi dan kegagalan sirkulasi. Kemajuan ini tentunya dapat digunakan oleh anestesiologis dalam prakteknya terutama di ruang operasi dan unit perawatan intensif. 1