J. Budidaya Pertanian Vol. 12(1): 10-15 Th. 2016 ISSN: 1858-4322 Versi online: http://ejournal.unpatti.ac.id Hasil Penelitian 10 ANALISIS USAHA PENGOLAHAN AMPAS UBI KAYU (GEPE) DI DESA WAAI KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH The Analysis of Cassava Dregs (Gepe) Agroindustry in Waai Village Salahutu District Central Maluku Regency Ester D. Leatemia 1,* , Natelda R. Timisela 1 , Febby J. Polnaya 2 , Rachel Breemer 2 1 Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Jln. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon 97233 2 Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Jln. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon 97233 * Penulis Korespondensi: e-mail: rina_lea@yahoo.com ABSTRACT The purposes of this study were to find out the characteristics of cassava dregs (gepe) agroindustry and to analyze the feasibility of cassava dregs (gepe) agroindustry in Waai Village. The method used was case study method towards cassava dregs (gepe) agroindustry businessmen as many as 50 respondents. Data collected in this study were primary data and secondary data. Data obtained then were analyzed by using qualitative and quantitative analysis. Descriptive analysis was used to answer the first objective about the characteristics of cassava dregs (gepe) agroindustry. The B/C analysis was used to answer the second objective about the feasibility of cassava dregs (gepe) agroindustry. The results showed that the characteristics of cassava dregs (gepe) agroindustry were: 1) the raw materials for gepe agroindustry in Waai village was cassavas. Cassavas used as raw materials in Waai village were edible cassavas and poisonous cassavas with high HCN content; 2) The processing of gepe in Waai Village used semi-mechanical technologies such as jack and grated machine; 3) Production cost for the processing of gepe was an average of Rp. 3,181,066 per month; 4) The production of gepe in Waai Village was an average 41.06 kg per month; and 5) The marketing of gepe was through two distribution channels, that respondents sold to village wholesalers in Waai village with the selling price ranging from Rp. 4,735/kg to Rp. 4,912/kg and sold directly to consumers in Batu Merah Traditional Market with the selling price of Rp. 5,263/kg. The cassava dregs agroindustry in Waai Village was feasible because the B/C ratio is 2.50 which is greater than 1. Keywords: business feasibility, cassavas, cassava dreg, production ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui karateristik usaha pengolahan ampas ubi kayu (gepe) dan menganalisis kelayakan usaha pengolahan ampas ubi kayu (gepe) di Desa Waai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, terhadap pengrajin usaha pengolahan ampas ubi kayu (gepe) sebanyak 50 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitan ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan mempergunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Untuk menjawab tujuan penelitian pertama mengenai karateristik usaha pengolahan ampas ubi kayu (gepe) digunakan analisis deskriptif. Tujuan penelitian kedua mengenai analisis kelayakan usaha pengolahan ampas ubi kayu (gepe) mengunakan analisis B/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karateristik usaha pengolahan ampas ubi kayu (gepe) diantaranya :1) bahan baku pengolahan gepe di Desa Waai adalah ubi kayu. Ubi kayu yang digunakan sebagai bahan baku di Desa Waai adalah ubi kayu yang dapat dimakan dan ubi kayu yang beracun atau mempunyai kadar HCN tinggi; 2) Proses pengolahan gepe di Desa Waai mempergunakan teknologi yang semi mekanik yaitu dongkrak dan mesin parut; 3). Biaya produksi yang dikeluarkan untuk proses pembuatan gepe rata-rata per bulan Rp. 3.181.066; 4) Produksi gepe yang dihasilkan di Desa Waai rata-rata perbulan 41,06 kg; dan 5) Pemasaran gepe melalui dua saluran pemasaran yaitu pengrajin menjual ke pedagang pengumpul desa yang berada di Desa Waai dengan harga jual Rp. 4.735/kg- Rp. 4.912/kg dan menjual langsung ke konsumen yang berada di pasar tradisonal Batu Merah dengan harga jual Rp. 5.263/kg. Usaha pengolahan ampas ubi kayu (gepe) di Desa Waai layak untuk diusahakan karena nilai B/C ratio lebih besar dari 1 yaitu 2,50. Kata kunci: kelayakan usaha, ubi kayu, gepe, produksi CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by OJS UNPATTI Publication Center (Universitas Pattimura)