VASTUWIDYA Vol. 6 No. 2, Agustus 2023 P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 I Made Sastra Wibawaˡ, Shinta Enggar Maharani², Ni Putu Suda Nurjani³ 49 PEMBERIAN ISTIRAHAT PENDEK DAN ASUPAN KALORI UNTUK MENURUNKAN BEBAN KERJA ERGONOMIS PEMBUAT BATAKO DI DESA CULIK KARANGASEM, BALI I Made Sastra Wibawaˡ, Shinta Enggar Maharani², Ni Putu Suda Nurjani³ ˡ Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar. ² Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar. ³ Fakultas Teknik, Universitas Mahendradatta. E-mail: sastrawibawa@unmas.ac.id ˡ, shintamaharani@unmas.ac.id 2 , suda.nurjani@gmail.com³ Abstrak - Pembangunan bangunan gedung dan infrastruktur, memerlukan keseimbangan stock material bangunan, agar pekerjaan proyek bisa berjalan dengan lancar. Salah satu material bangunan yang banyak dibutuhkan oleh semua proyek konstruksi adalah material batako. Berdasarkan pengamatan dan analisis lapangan, produksi material batako sering mengalami kendala akibat terganggunya proses produksi. Fakta ini memerlukan sebuah kajian lebih lanjut, mengingat keberadaan material ini berdampak besar bagi keberlangsungan sebuah proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dampak beban kerja pekerja terhadap hasil produksi batako. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Culik, Abang, Karangasem. Objek studi adalah pengusaha batako yang ada di Desa Culik. Metode penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, pertama pengukuran denyut nadi pekerja, tahap kedua dilaksanakan pengamatan terhadap lingkungan kerja serta observasi terhadap aktivitas kerja pekerja batako. Hasil penelitian ini menemukan bahwa rata-rata nadi kerja pembuat batako sebelum dan sesudah perlakuan 106,96 denyut/menit dan 106,50 denyut/menit. Data tersebut menunjukkan terjadinya penurunan beban kerja. Produktivitas sebelum dan sesudah perlakuan terjadi peningkatan sebesar 12%. Kondisi lingkungan saat bekerja sangat mendukung dan tidak ada yang melewati ambang batas. Kata Kunci : Istirahat Pendek; Asupan Kalori; Beban Kerja; Produktivitas. Abstract The construction of buildings and infrastructure requires a balance of building material stock, so that project work can run smoothly. One of the building materials that are needed by all construction projects is brick material (Batako). Based on field observations and analysis, the production of brick materials often experiences obstacles due to disruption of the production process. This fact requires further study, considering the existence of this material has a major impact on the sustainability of a project. This study aims to determine the extent of the impact of workers' workload on brick production. This research was conducted in Culik Village, Abang, Karangasem. The object of study is a brick entrepreneur in Culik Village. This research method is carried out in two stages, first measuring the pulse rate of workers, the second stage is observing the work environment and observing the work activities of brick workers. The results of this study found that the average working pulse of brick makers before and after treatment was 106.96 beats/minute and 106.50 beats/minute. The data shows a decrease in workload. Productivity before and after treatment increased by 12%. Environmental conditions when working are very supportive and no one crosses the threshold. Keywords : Short breaks; Calorie intake; Workload; Productivity. PENDAHULUAN Pesatnya perkembangan pembangunan bidang konstruksi menuntut adanya ketersediaan bahan bangunan yang memadai dan memiliki kualitas yang baik. Batako sebagai salah satu bahan bangunan yang hampir selalu dipergunakan untuk pembangunan sebuah gedung adalah merupakan campuran dari beberapa bahan yaitu semen, pasir cor, dan air. Pembuatannya dapat dilakukan dengan melalui proses pencetakan adonan batako yang masih basah dimasukkan ke dalam cetakan baik secara manual maupun dengan menggunakan alat bantu berupa mesin cetak khusus. Ukuran batako di pasaran pada umumnya memiliki panjang 40 Cm, lebar 15 20 Cm, dan tebal 9 12 Cm. Para pekerja/tukang cetak batako pada