Jurnal Teknik Elektro, Vol. 16, No. 2, September 2023: 47-54 ISSN 1411-870X 47 PERENCANAAN SISTEM KOMPOR LISTRIK UNTUK PRODUKSI BATIK Ken Shaday Arya Bhramantyo 1 , Hanny Hosiana Tumbelaka 1 , Lintu Tulistyantoro 2 1 Program Studi Teknik Elektro - Universitas Kristen Petra 2 Program Studi Desain Interior - Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto No. 121-131, Surabaya, 60236, Indonesia E-Mail: ken78shaday@gmail.com, tumbeh@petra.ac.id, lintut@petra.ac.id Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan sistem kompor listrik, khususnya kompor induksi, dalam produksi batik sebagai alternatif yang efisien dan ramah lingkungan. Pembatik saat ini masih menggunakan kompor yang menggunakan minyak tanah, yang tidaklah ramah lingkungan. Dalam penelitian ini, kami menganalisis konsumsi energi listrik dan kualitas daya listrik yang dihasilkan oleh kompor listrik induksi, serta membandingkannya dengan kompor elemen pemanas. Tujuan kami adalah menjadikan kompor induksi sebagai peralatan pendukung alternatif dalam produksi batik di Indonesia, tetapi tetap mempertahankan ciri khas batik yang menggunakan peralatan tradisional seperti canting kayu, lilin/malam, dan wajan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompor induksi lebih efisien dan hemat biaya dalam konsumsi listrik dibandingkan dengan kompor elemen pemanas. Penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi dalam memperkenalkan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam industri batik di Indonesia. Kata kunci: Sistem Kompor Listrik, Kompor Induksi, Produksi Batik, Efisiensi Energi, Ramah Lingkungan. I. PENDAHULUAN Dewasa ini, batik telah digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Produk asli nusantara ini memiliki beberapa macam produksi batik, yaitu dengan tulis, cap dan lain-lain. Dalam proses produksinya ada beberapa tata cara yang perlu diperhatikan sehingga dapat menghasilkan batik yang bagus. Dalam proses produksi batik, cara pertama yang dilakukan adalah membuat desain motif. Desain dibuat secara langsung di atas kain dengan pensil atau dapat menjiplak gambar. Secara umum, desain yang dibuat dari cara menjiplak adalah desain dengan banyak motif namun semua motifnya sama. Cara kedua, yaitu nglowong, yakni membuat Batasan motif. Cara ketiga, isen-isen, yakni mengisi bagian-bagian yang kosong. Durasi produksi bisa 2 minggu sampai 1 bulan tergantung pada kerumitan serta banyaknya motif. Cara keempat, ngeblok atau nutup, yakni menutup kain dengan malam/lilin. Kelima, proses pewarnaan sampai penjemuran. Dalam proses produksi batik, cara pertama yang dilakukan adalah membuat desain motif. Desain dibuat secara langsung di atas kain dengan pensil atau dapat menjiplak gambar. Secara umum, desain yang dibuat dari cara menjiplak adalah desain dengan banyak motif namun semua motifnya sama. Cara kedua, yaitu nglowong, yakni membuat Batasan motif. Cara ketiga, isen-isen, yakni mengisi bagian-bagian yang kosong. Durasi produksi bisa 2 minggu sampai 1 bulan tergantung pada kerumitan serta banyaknya motif. Cara keempat, ngeblok atau nutup, yakni menutup kain dengan malam/lilin. Kelima, proses pewarnaan sampai penjemuran. Gambar 1. Kompor Listrik Maspion Electronics S-301. Sudah ada solusi yang hadir selama ini dengan menggunakan kompor listrik khusus untuk membatik. Kompor yang berlandaskan elemen pemanas ini, diakui dapat menekan modal usaha yang digunakan untuk produksi batik dibandingkan dengan bahan bakar minyak tanah serta ramah lingkungan. Hal ini didukung dengan bahan kompor elemen pemanas yang dipakai. Terdapat wire plate pada kompor elemen pemanas. Biasanya terbuat dari bahan dasar nikel atau besi. Elemen pemanas yang menggunakan bahan dasar nikel disebut nichrome, yaitu paduan yang terdiri sekitar 80% nikel dan 20% kromium. Meskipun ada variasi komposisi nichrome lainnya, campuran 80-20 merupakan yang paling umum digunakan. Keberadaan nichrome sebagai elemen pemanas pada wire plate memberikan kontribusi penting dalam proses pemanasan[1]. Kompor listrik umumnya menggunakan sirkuit dasar yang sama dalam menghasilkan panas. Sirkuit ini melibatkan koil yang memanaskan sekitarnya, yang dapat diganti atau diperbaiki dengan mudah. Terdapat juga thermocouple dalam sirkuit ini, yang memungkinkan penyesuaian keluaran panas untuk bagian atas kompor listrik. Ketika suhu yang ditentukan tercapai, sirkuit akan terbuka dan arus tidak lagi mengalir ke elemen pemanas[2]. Gambar 2. Kompor Induksi Kris. Seiring berkembangnya teknologi, telah hadir kompor listrik tipe induksi yang diproduksi secara masif untuk kebutuhan rumah tangga. Maka dari itu, penulis akan melakukan