Distilat. 2022, 8 (3), 460-468 p-ISSN : 1978-8789, e-ISSN : 2714-7649 http://distilat.polinema.ac.id Corresponding author: Arief Budiono Diterima: 26 Agustus 2022 Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang Disetujui: 18 September 2022 Jl. Soekarno-Hatta No.9, Malang 65141, Indonesia E-mail: arief.budiono@polinema.ac.id PENGARUH PENAMBAHAN FABA TERHADAP SIFAT FISIK DAN DERAJAT KEASAMAN (pH) KOMPOS Lutfiah Khasanah dan Arief Budiono Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia lutfiah.khasanah99@gmail.com; [arief.budiono@polinema.ac.id] ABSTRAK Limbah pembakaran batubara menjadi salah satu permasalahan di PLTU, karena ditakutkan jika terlalu banyak dapat memberi dampak negatif pada lingkungan. Maka dari itu, perlu adanya pengolahan limbah fly ash dan bottom ash (FABA) menjadi barang yang bermanfaat dan berpotensi dalam perbaikan lingkungan. Selain itu masalah sampah organik di lingkungan sekitar juga banyak yang tidak dimanfaatkan dengan baik, padahal banyak cara pengolahan sampah yang dapat dilakukan untuk menghasilkan barang yang bernilai dan berpotensi sebagai sumber penghasilan. Salah satu pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan diatas adalah dengan memanfaatkan limbah FABA dan sampah organik menjadi pupuk kompos, karena dapat bermanfaat dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sampah organik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sisa sayuran, kulit pisang, kotoran kambing dan limbah padi berupa bekatul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan FABA terhadap sifat fisik dan derajat keasaman (pH) kompos. Metode yang digunakan adalah anaerob fakultatif, dengan 5 perlakuan yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% FABA. Perbandingan EM4:gula:air adalah 1:1:50. Hasil kompos yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% dengan proses fermentasi selama 3 minggu, diperoleh nilai pH sebesar 7,25 dan suhu 30 °C. Kompos yang sudah matang berwarna coklat kehitaman, berbau seperti tanah dan memiliki tekstur remah. Kata kunci: EM4, fly ash, pupuk kompos. ABSTRACT Coal burning waste is one of the problems at PLTU, because it is feared if too much of it can have a negative impact on the environment. Therefore, it is necessary to process fly ash and bottom ash (FABA) waste into useful goods and have the potential to improve the environment. In addition, the problem of organic waste in the surrounding environment is also a lot that is not used properly, even though there are many ways of processing waste that can be done to produce goods of value and potential as a source of income. One treatment that can be done to overcome the above problems is to utilize FABA waste and organic waste into compost, because it can be useful in supporting plant growth and development. The organic waste used in this study includes vegetable residues, banana peels, goat manure and rice waste in the form of bran. The purpose of this study was to determine the effect of adding FABA to the physical properties and acidity (pH) of compost. The method used was facultative anaerobes, with 5 treatments, namely 0%, 5%, 10%, 15% and 20% FABA. The ratio of EM4:sugar:water is 1:1:50. The best compost yield is at a concentration of 10% with a fermentation process for 3 weeks, the pH value is 7.25 and the temperature is 30 °C. Ripe compost is dark brown in color, smells like soil and has a crumb texture. Keywords: EM4, fly ash, compost. 1. PENDAHULUAN Sebagai pemasok energi listrik, kegiatan PLTU menyisakan limbah dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya. Pemakaian batubara di PLTU mengalami peningkatan rata-rata