Gizi Indon 2014, 37(1):29-40 Hubungan konsumsi kopi terhadap strok Sulistyowati Tuminah 29 HUBUNGAN KONSUMSI KOPI TERHADAP STROK ATAU PENYAKIT JANTUNG KORONER (Baseline Data Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular) Sulistyowati Tuminah, Woro Riyadina Pusat Teknologi dan Intervensi Kesehatan Masyarakat, Balitbangkes – Kemenkes RI watidarjoko@gmail.com ABSTRAK Hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi dengan penyakit Strok dan Penyakit Jantung Koroner (PJK) masih menjadi perdebatan apakah bersifat prediktif atau protektif. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi terhadap penyakit Strok atau PJK. Data merupakan subset dari data baseline penelitian “Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (FRPTM)” yang diperoleh dengan metode wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kesehatan terhadap penduduk tetap umur 25-65 tahun di 5 kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada tahun 2011-2012 yaitu sebanyak 3.296 responden. Hasil menunjukkan kebiasaan minum kopi bersifat protektif terhadap penyakit Strok atau PJK dengan besaran risiko OR=0,76 (95% CI: 0,64–0,91). Kesimpulan penelitian adalah bahwa kebiasaan minum kopi mempunyai risiko mengalami Strok atau PJK lebih rendah (OR<1) dibandingkan dengan responden yang tidak terbiasa minum kopi setelah dikontrol faktor jenis kelamin dan tekanan darah. Untuk penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji jumlah (dosis) kopi yang dikonsumsi orang Indonesia karena data ini sangat dibutuhkan untuk melihat pengaruhnya pada penyakit Strok atau PJK. Kata kunci: strok, penyakit jantung koroner, kebiasaan minum kopi ABSTRACT HABITUAL COFFEE CONSUMPTION ON STROKE OR CORONARY HEART DISEASE (CHD) (Baseline of Cohort Study on Risk Factors of Non Communicable Diseases) The relationship between habitual coffee consumption on Stroke or Coronary Heart Disease (CHD) is still debatable whether predictive or protective. The objective of the study was to establish the association between habitual coffee consumption on stroke or CHD. The analysis used subset data from baseline of cohort study of non communicable disease’s risk factors. Data were obtained through interview method using questionnaire and health examination of 3.296 respondents aged 25-65 years old from five villages in the District of Bogor Tengah, Bogor City in 2011-2012. The result showed that habitual coffee consumption had protective effect on stroke or CHD [OR=0,76 (95% CI: 0,64–0,91)]. It was concluded that subject who had habitual coffee consumption had a lower risk on stroke or CHD (OR<1) compared to subject who had no habitual coffee consumption after adjusted by sex and blood pressure. Further investigation about different doses of coffee intake among Indonesian would still be needed to observe the dose effects on stroke and CHD. Keywords: stroke, coronary heart disease, habitual coffee consumption PENDAHULUAN afein diperkirakan menjadi substansi farmakologis yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Menurut Farag dan Whitset (2009), kafein dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat segala usia. Laki- laki maupun perempuan yang berusia 35-64 tahun merupakan konsumen tertinggi kafein dengan rata-rata asupan 250 mg/hari atau setara dengan 3 cangkir kopi. Kafein yang ditemukan terkandung dalam kopi, telah diketahui mempunyai efek terhadap jantung dan pembuluh darah dengan jalan meningkatkan tekanan darah. 1,2 Hal ini disebabkan karena kopi merupakan minuman dengan kandungan kimia kompleks yang sangat beragam. Meskipun efek kafein terhadap metabolisme jantung telah diketahui, tetapi efek dari substansi lain dalam kopi belum diketahui secara pasti. 3 Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, konsumsi kafein penduduk K