Jurnal Flourishing, 2(4), 2022, 298–314 ISSN: 2797-9865 (online) DOI: 10.17977/10.17977/ um070v2i42022p298-314 Hubungan Tujuan Hidup Dan Resiliensi Pada Remaja Yang Kehilangan Orang Tua Karena Meninggal Mendadak Elya 1 , Aryudho Widyatno 2 Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia *Penulis korespondensi, Surel elya.1808116@students.um.ac.idaryudho.widyatno.fppsi@um.ac.id Abstract One of the developmental tasks that teenagers must go through is an identity crisis. Parents play a role in directing adolescents towards self-identity, but there are adolescents who lose their parents due to death. The resilience needed to help teens deal with these difficult situations. So this is important to do, especially for teenagers who have lost their parents becausethey died directly. Factors that play an important role in resilience, namely the purpose of life, thepurpose of life will affect how to think and interpret certain events. This study aims to determine the relationship between life goals and resilience in adolescents who lost their parents due to murder. This study uses a quantitative approach with a correlational method. Participants in the study were 99 people with purposive sampling technique in accordance with the criteria determined by the researcher. The instrument used to measure consists of two scales, the life goalsscale which was developed based on the theory of Crumbaugh and Maholik (1964) (α=0.961) andthe resilience scale which was developed based on the theory of Conor-Davidson (2003) (α = 0.959). The data analysis technique used is the person product moment, the correlation coefficientvalue is 0.877 with a significance of 0.001 (α 0.05) which can be said that there is a relationship between life and resilience with a very strong degree of relationship, the direction of the relationship is positive, which means the higher the purpose of life, the higher the resilience Keyword: Purpose in life; Resiliensi; Died suddenly Abstrak Tugas perkembangan yang harus dilalui remaja salah satunya yaitu krisis identitas. Orangtua berperan untuk mengarahkan remaja menuju identitas diri yang positif, namun terdapat remajayang kehilangan orang tua karena meninggal dunia. Resiliensi dibutuhkan untuk membantu remaja bangkit dalam menghadapi situasi sulit tersebut. Sehingga penelitian ini penting dilakukan, khususnya pada remaja yang kehilangan orang tua karena meninggal secara mendadak.Faktor yang berperan penting dalam resiliensi yaitu, tujuan hidup akan mempengaruhi bagaimanacara berpikir dan memaknai peristiwa tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tujuan hidup dan resiliensi pada remaja yang kehilangan orang tua karena meninggal mendadak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Partisipan dalam penelitian sebanyak 99 orang dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Instrumen yang digunakan untuk mengukurterdiri dari dua skala, skala tujuan hidup dikembangkan berdasarkan teori Crumbaugh dan Maholik (1964) (α=0.961) dan skala resiliensi dikembangkan peneliti berdasarkan teori milik Conor-Davidson (2003) (α = 0,959). Teknik analisis data yang digunakan yaitu person product moment didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,877 dengan signifikansi 0,001 (α ≤ 0,05) yang dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tujuan hidup dengan resiliensi dengan derajat hubungan yang sangat kuat, arah hubungan pada variabel positif yang berarti semakin tinggi tujuan hidup maka semakin tinggi pula resiliensi Kata kunci: Tujuan hidup; Resiliensi; Meninggal Mendadak