JURNAL TEKNIK ITS Vol. 12, No. 2, (2023) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) G107 AbstrakFloating structure seperti kapal tanker yang saat ini banyak digunakan untuk eksplorasi minyak dan gas bumi dipengaruhi oleh beban lingkungan. Perlu untuk meminimalisir gerak dari kapal tanker dengan menggunakan Single Point Mooring (SPM). SPM berguna sebagai sistem tambat untuk meredam gerak dari tanker serta dapat mentransfer minyak dan gas ke tempat pemrosesan selanjutnya. Mooring lug pada Turntable Bearing Unit SPM akan mengikuti arah gerak tanker. Analisis respon yang dilakukan menghasilkan arah heading terbesar untuk tanker dari gerakan roll arah 90˚ pada kondisi ballast dengan nilai 3.592 deg/m. Sedangkan untuk SPM dengan respon terbesar dari gerakan pitch arah 0˚ dengan nilai 3.323 deg/m. Analisis tension juga dilakukan dan memperoleh tension terbesar pada Hawser PS dengan nilai 771.199 kN dengan semua tension yang dihasilkan dibawah safety factor dari ABS Guide for Position Mooring Systems. Analisis tegangan lokal pada mooring lug akibat tension menghasilkan nilai maksimum sebesar 226.46 MPa pada variasi ke-3, semua tegangan tergolong aman karena dibawah tegangan izin sebesar 253.65 mengacu pada ABS Rules for Building Classing Single Point Moorings. Kata KunciFloating Structure, Mooring Lug, Single Point Mooring, SPM, Tanker. I. PENDAHULUAN NDONESIA merupakan salah satu dari beberapa yang kaya akan sumber daya alam berupa minyak dan gas alam. Eksploitasi terus dilakukan untuk memnuhi kebutuhan akan sumber daya pokok minyak dan gas. Sarana yang sudah berkembang saat ini untuk eksploitasi minyak dan gas di lepas pantai adalah struktur terpancang (fix structure) dan struktur terapung (floating structure). Dari segi kemampuan dalam menghadapi laut yang dalam, floating structure dinilai lebih mampu dibandingkan dengan fix structure yang hanya mampu di wilayah laut dengan kedalaman yang tergolong dangkal. Sarana transportasi pada floating structure adalah FSO atau storage tanker sebagai distribusi minyak dan gas. Shuttle tanker adalah saranan yang umum dipakai untuk mentransportasikan minyak menuju kilang minyak ataupun hasil dari pengilangan minyak untuk didistribusikan lebih lanjut. Cara ini lebih fleksibel dan memungkinkan distribusi minyak ke berbagai daerah [1]. Salah satu kelengkapan yang dapat digunakan untuk mempermudah transfer muatan shuttle tanker adalah menggunakan sistem tambat berupa Single Point Mooring (SPM). SPM merupakan suatu struktur terapung di lepas pantai yang berfungsi sebagai penambatan dan interkoneksi untuk muatan tanker atau pembongkaran produk gas atau cairan. SPM sangat efektif dalam proses penambangan Minyak sehingga seringkali digunakan sebagai komponen dalam penambangan minyak bersama dengan FPSO/FSO [2]. SPM bertipe Catenary Anchored Leg Mooring (CALM) memiliki 4 komponen item. Buoy body berfungsi sebagai penghubung buoy dengan buoy dengan seabed melalui komponen anchoring. Piping system adalah struktur yang berguna untuk kedudukan atau pondasi piping pada SPM. MRB bearing berfungsi sebagai penghubung turntable dengan buoy body. Turntable Bearing Unit (TBU) sebagai struktur untuk pondasi atau kedudukan MRB bearing. Pada struktur TBU terdapat mooring lug sebagai tempat tambatnya mooring hawser dari tanker yang akan melakukan transfer muatan. Analisa tegangan lokal pada struktur mooring lug dilakukan untuk mengetahui keamanan struktur mengacu pada standar. Analisa mengenai kestabilan berupa motion respons akibat beban lingkungan dengan kondisi free floating dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui respon gerakan terbesar. Selanjutnya, dilakukan analisa tension maksimum pada mooring hawser jika tanker telah tertambat di SPM. Tension maksimum tersebut selanjutnya menjadi input pada analisa tegangan lokal pada mooring lug. II. URAIAN PENELITIAN A. Studi Literatur dan Pengumpulan Data Studi serta pengumpulan literalur sebagai referensi atau bahan kajian serta sumber teori yang dibutuhkan dalam penelitian. Data-data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: 1. Data geometri dan dimensi single point mooring. 2. Data geometri dan dimensi struktur mooring lug. Analisis Gerak SPM Hex-07 dan Tegangan Lokal pada Mooring Lug Farhan Gymnastiar 1 , Yoyok Setyo Hadiwidodo 1 , Nur Syahroni 1 , dan Abdur Rachman 2 1 Departemen Teknik Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), 2 Rttp Banner SPM Terminals Pty. Ltd. e-mail: yoyoksetyo@oe.its.ac.id I Tabel 1. Principal Dimension Shuttle Tanker Parameter Data Satuan Nama Kapal Elizabeth I.A - IMO 9257149 - LOA 332 m LBP 320 m Breadth 58 m Height 30 m Draft 23.5 m Tabel 2. Principal Dimensions SPM Parameter Data Satuan Outer Skirt Diameter 17.885 m Hexagonal Diameter 13.9 m Buoy Hull Height 5.5 m Design Draft 3.1 m Displacement 408 m