Kajian Penentuan Metode Pengolahan Sampah (Christina, dkk.) ISBN 978-602-99334-5-1 38 KAJIAN PENENTUAN METODE PENGOLAHAN SAMPAH BERDASARKAN TIMBULAN, KOMPOSISI, DAN KARAKTERISTIK SAMPAH DI UNIVERSITAS DIPONEGORO (STUDI KASUS: FSM, FIB, DAN D3 TEKNIK) Etika Christina R.M * , Cyntia, Ganjar Samudro, Dwi Siwi Handayani Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275 * Email: etikachristina@gmail.com Abstrak Jumlah timbulan sampah di FSM, FIB dan D3 Teknik mencapai 0,08 kg/orang/hari dengan sumber sampah gedung, taman/jalan, dan kantin. Jumlah sampah yang dapat digunakan sebagai bahan untuk pengomposan dan briket bioarang adalah FSM 944,61 L, FIB 127,06 L, dan D3 Teknik 101,07 L. Hasil uji karakteristik sampah didapatkan nilai kadar air FSM 36,6% FIB 28,79 % dan D3 Teknik 50,58 % . Nilai kadar abu FSM 10,5% , FIB 4,35%, dan D3 Teknik 4,09%. Rasio C/N untuk FSM 27,45 : 1, FIB 30,7 : 1 dan D3 Teknik 30,4 :1. Kadar kalori dari sampah FSM 4.089 kkal/kg, FIB 4.274 kkal/kg, dan D3 Teknik 3.743 kkal/kg. Rumus empiris sampah organik (sisa makanan dan daun) di FSM C 222 H 477 O 221 N 7 S, FIB C 242 H 513 O 237 N 7 S, dan D3 Teknik C 210 H 446 O 206 N 6 S. Pada penelitian ini berdasarkan hasil timbulan, komposisi, dan karakteristik sampah yang dihitung di FSM, FIB dan D3 Teknik , kemudian dihubungkan dengan standar karakteristik sampah dari berbagai referensi didapatkan hubungan timbulan, komposisi dan karakteristik sampah terhadap metode pengolahan secara anaerobic digestion, pengomposan, briket bioarang, insenerasi dan recycle. Kata kunci: analisis karakteristik, pengolahan, kompos, sampah, timbulan. 1. PENDAHULUAN Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya aktivitas manusia mengakibatkan semakin meningkatnya jumlah dan variasi sampah yang dihasilkan (DKP Kota Semarang, 2013). Berdasarkan Darmasetiawan (2004), sampah dihasilkan dari berbagai sumber, salah satunya berasal dari fasilitas umum, dan universitas merupakan bagian dari fasilitas umum yang menghasilkan sampah dari aktivitas pendidikan dan penelitiannya. Manajemen persampahan yang berdasar pada data komposisi sampah dan kondisi daur ulang sampah di suatu tempat akan lebih sukses diterapkan bila dibandingkan dengan mengadaptasi program pengelolaan sampah dari tempat lain, sehingga sangat penting untuk mengetahui kondisi lapangan sesungguhnya tentang karakteristik dan komposisi sampah (Vega dkk., 2008). Untuk itu diperlukan penelitian terkait studi timbulan, komposisi dan karakteristik sampah yang dihasilkan dengan lingkup yang lebih sempit untuk mendukung pelaksanaan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di lingkungan kampus Universitas Diponegoro. Penentuan timbulan sampah biasanya dinyatakan dalam volume dan berat. Komposisi sampah merupakan penggambaran dari masing-masing komponen yang terdapat pada sampah dan distribusinya. Biasanya dinyatakan dalam persen berat (% berat). Dengan mengetahui komposisi sampah dapat ditentukan cara pengolahan yang tepat dan yang paling efisien sehingga dapat diterapkan proses pengolahannya (Damanhuri, 2010). Karakteristik sampah yang dianalisis biasanya meliputi karakteristik fisik, kimia, dan biologi. Karakteristik yang berupa densitas sampah, kadar air, kadar abu, nilai kalor, dan rasio C/N diperlukan untuk menghitung beban massa dan volume total sampah yang harus dikelola, baik untuk sistem transportasi maupun di TPA dan perencanaan pengolahan sampah (Ruslinda dkk., 2012). 2. METODOLOGI Penelitian dilakukan di Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro meliputi 3 tahap: (1) persiapan, (2) pengumpulan data, (3) analisis data.