Paramita Vol. 21, No. 1 - Januari 2011 1 PERAN WANITA DALAM ISLAMISASI JAWA PADA ABAD XV Tsabit Azinar Ahmad Mahasiswa Pendidikan Sejarah PPs Universitas Sebelas Maret ABSTRACT Islamization cannot be separated from the role of the people who had been instrumental in spread- ing Islam. However, the writing of our history is still less in giving ample scope to the role of women in Islamization. This paper briefly tried to raise issues about the status of women in the early Islamization is happening on the island of Java, and how the role of women as part of Islam- ization. In general, women have a role as a cata- lyst between the previous culture to culture in- fluenced by aspects of Islam. The role of women as a catalyst because it can facilitate the develop- ment of Islam in Java, so that she is regarded as a connecting bridge between the Hindu-Buddhist old culture on the one hand, and the Islamic cul- ture as a new culture on the other hand. The role of women can be seen from his social status, when women have a high social status they have the flexibility to provide access and convenience, as well as strengthening the spread of Islam in Java. Key words: women, Islamization of Java, the cultural catalyst, reinforce ABSTRAK Islamisasi tidak dapat dipisahkan dari peran orang-orang yang telah berjasa dalam menyebar- kan Islam. Namun, penulisan sejarah kita masih kurang memberikan ruang yang luas untuk peran perempuan dalam Islamisasi. Makalah ini secara singkat mencoba mengangkat isu-isu ten- tang status perempuan di awal Islamisasi yang terjadi di pulau Jawa, dan bagaimana peran per- empuan sebagai bagian dari Islamisasi. Secara umum, wanita memiliki peran sebagai katalisa- tor antara budaya sebelumnya untuk budaya dipengaruhi oleh aspek-aspek Islam. Peran per- empuan sebagai katalis karena dapat memfasili- tasi pengembangan Islam di Jawa, sehingga ia dianggap sebagai jembatan yang menghubung- kan antara budaya lama Hindu-Buddha yang didasarkan pada satu sisi dengan budaya Islam sebagai sebuah budaya baru di sisi lain samping. Peran perempuan dapat dilihat dari status sosial, sementara wanita memiliki status sosial yang tinggi dia memiliki fleksibilitas untuk men- yediakan akses dan kenyamanan, serta mem- perkuat penyebaran Islam di Jawa. Kata kunci: wanita, Islamisasi Jawa, katalis budaya, penguat PENDAHULUAN Islamisasi yang terjadi di nusan- tara merupakan proses yang sangat penting, tetapi juga merupakan masa yang tidak jelas (Ricklefs, 2005: 27). San- gat penting karena Islam yang berkem- bang di Nusantara tidak hanya menjadi sebuah sistem kepercayaan saja, tetapi juga telah berkembang sedemikian rupa menjadi sebuah tata pemerintahan yang menjelma menjadi kerajaan atau kesul- tanan yang menggunakan Islam sebagai landasan ideologi. Masuknya pengaruh Islam di Nusantara telah membawa pe- rubahan dalam corak sejarah Nusantara dan jiwa zaman (zeitgeist) yang berkem- bang pada masa itu, yakni adanya pen- garuh yang kuat dari Islam dalam ber- bagai sendi kehidupan masyarakat. Hal Paramita Vol. 21 No. 1 - Januari 2011 [ISSN: 0854-0039] Hlm. 1—13