JURNAL STUDI EKONOMI DAN PEMBANGUNAN (JSEP) E-ISSN 3021-8063 JSEP: Vol 1. No 3. 2024 Website Jurnal: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jsep Page | 147 HUBUNGAN ANTARA KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN PADA PDRB DENGAN TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI GORONTALO Risnawati Takaredas 1 , Mahludin H. Baruwadi 2 , Fitri Hadi Yulia Akib 3 Fakultas Ekonomi (Universitas Negeri Gorontalo) 1 Jl. Jend. Sudirman No.6, Dulalowo Tim., Kec. Kota Tengah, Kota Gorontalo, Indonesia 2 E-mail: takaredasrisnawaty@gmail.com Abstract: This research aims to assess the characteristic of the poverty level performance in Gorontalo Province, including the number of poor people, the percentage of the population living and poverty, the poverty line, the poverty depth indeks, and the poverty severity indeks. Additionally, the research aims to determine the relationship between the agricultural sector’s contribution to the regional economy and poverty in Gorontalo Province. The research employs a descriptive quantitative approach, utilizing secondary data obtained from Statistics Indonesia (BPS) from 2012 to 2021, covering 5 regencies and 1 city in Gorontalo Province. The research utilizes correlation analisis with panel data. The results indicate that the contribution of the Agricultural Sector to Gross Regional Domestic Product (PDRB) has a positive and very strong influence on the poverty rate. This is because rural farmers often lack their own agricultural land, leading them to work as agricultural laborers on other’s land for low wages. Consequently, their economic status remains moderate to low, or in other words, they are considered poor. These findings suggest that as the agricultural sector’s contribution to PDRB increases, it is followed by a rise in poverty in each regency throughout Gorontalo Province. Keywords: Characteristics, Contribution of the Agricultural Sector to GRDP, Poverty. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan tingkat kemiskinan di Provinsi Gorontalo yang meliputi: Jumlah penduduk miskin, persentase penduduk miskin, garis kemiskinan, indeks kedalaman kemiskinan, tingkat keparahan kemiskinan, dan untuk mengetahui hubungan kontribusi sektor pertanian pada ekonomi wilayah dengan kemiskinan di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode waktu 2012-2021 dengan 5 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan menggunakan data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Sektor Pertanian pada PDRB dengan tingkat kemiskinan adalah positif dan mempunyai pengaruh yang sangat kuat, di karenakan para petani di pedesaan yang tidak memiliki lahan pertanian sendiri sehingga mereka menjadi buruh tani di lahan pertanian milik orang lain dengan upah yang kecil. Oleh sebab itu kehidupan ekonomi mereka masih menengah ke bawah atau bisa di katakana miskin. Hasil ini menunjukkan bahwa jika kontribusi sektor pertanian pada PDRB semakin tinggi maka akan diikuti dengan kenaikkan kemiskinan di tiap Kabupaten Se-Provinsi Gorontalo. Kata Kunci: Keragaan; Sektor pertanian pada PDRB; Kemiskinan. PENDAHULUAN Kemiskinan merupakan keadaan ketidakmampuan suatu masyarakat untuk memenuhi segala kebutuhan hidup dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat berlindung. Kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks bagi setiap penduduk yang berada disetiap negara, dalam hal ini penduduk yang dikatakan miskin apabila pendapatannya rendah, pendidikan yang rendah, tingkat produktivitas yang rendah, tingkat kesehatan rendah serta gizi yang tidak baik dan juga tingkat kesejahteraan yang masih rendah. Adapun kemiskinan juga disebabkan karena sumber manusia yang tidak memadai dan hal tersebut disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan bak itu formal maupun non-formal (Sa’diah & Fitrie, 2012). Kemiskinan di Indonesia merupakan salah satu masalah dalam ekonomi, sehingga harus ada solusi atau kebijakan untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Masalah kemiskinan merupakan masalah yang rumit dan kompleks serta bersifat multidimensional. Oleh karena itu, kebijakan yang dibuat untuk pengentasan kemiskinan pun harus dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dapat dilihat dari capaian berbagai indikator kemiskinan yang merupakan keragaannya. Keragaan tingkat kemiskinan berhubungan dengan indikator kemiskinan yang mengacu pada indikator BPS, yaitu: Jumlah Penduduk Miskin, Persentase Penduduk Miskin, Garis Kemiskinan, Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan. Provinsi Gorontalo merupakan provinsi yang ke 32 di Indonesia. Provinsi ini angka kemiskinannya berada pada urutan kelima dari bawah capaian persentase penduduk miskin seluruhIndonesia. Perkembangan persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo tersaji pada Tabel berikut: Tabel 1 Kondisi Persentase Penduduk Miskin Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo Tahun 2012-2021 Wilayah Persentase Penduduk Miskin (Persen) 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Boalemo 20,4 21,8 20,8 21,7 21,1 21,9 20,3 18,9 18,6 19 Gorontalo 20,4 21,8 20,8 21,8 21 20,6 19,8 18,1 17,6 17,9 Pohuwato 20,4 21,8 20,8 22,4 21,2 21,3 19,4 18,2 17,6 18,1 Bone Bolango 20,4 21,8 20,8 18,5 18 17,8 17,4 16,1 15,8 16,3 Gorontalo Utara 20,4 21,8 20,8 18,9 18,5 19,2 18,5 17 16,9 17,2 Kota Gorontalo 20,4 21,8 20,8 6,05 6,05 5,7 5,57 5,45 5,59 5,93 Provinsi Gorontalo 20,4 21,9 20,9 18,3 17,7 17,7 16,8 15,5 15,2 15,6 Sumber : BPS Provinsi Gorontalo 2021