Muhammad Habibbullah, Mohamad Muqoffa, Ofita Purwani/ Jurnal SENTHONG 2019 617 PENERAPAN KARAKTER ARSITEKTUR JAWA PADA FASAD PUSAT KULINER TRADISIONAL DI SURAKARTA Muhammad Habibbullah, Mohamad Muqoffa, Ofita Purwani Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta habibbullahmuhammad@gmail.com Abstrak Dalam sebuah kompleks bangunan, keselarasan desain fasad antarbangunan sangat penting untuk menghadirkan citra kawasan secara utuh. Keselarasan desain fasad dapat dicapai dengan adanya karakter desain tertentu yang diterapkan pada komponen fasad. Permasalahan yang banyak terjadi di suatu kompleks bangunan adalah pada penentuan kriteria desain yang akan diterapkan di tiap komponen fasad. Kasus seperti ini terjadi pada proses desain Pusat Kuliner Tradisional di Surakarta yang terdiri dari beberapa massa banguna. Bangunan utama sekaligus sebagai pusat orientasi site berfungsi sebagai pusat informasi, ruang seminar, serta perpustakaan. Bangunan lain mewadahi unit-unit kegiatan seperti: kantor pengelola, rumah makan, serta lapak pedagang. Sebagai wadah kegiatan wisata budaya, Pusat Kuliner Tradisional memerlukan desain yang mampu memunculkan identitas Kota Surakarta. Identitas Kota Surakarta muncul dari tersematnya karakter khas budaya setempat pada desain. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria desain yang sesuai untuk diterapkan di tiap komponen fasad bangunan. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai beberapa fasad bangunan di Surakarta sebagai preseden. Penentuan bangunan preseden didasarkan pada ciri arsitektur yang paling mewakili identitas Kota Surakarta. Beberapa elemen bangunan yang dapat diolah guna menghasilkan fasad yang selaras adalah: entrance, bentuk atap, bukaan, geometri, warna, material, serta ornamen hias. Kata kunci: fasad, pusat kuliner tradisional, identitas, Kota Surakarta 1. PENDAHULUAN Fasad merupakan komponen penting yang berfungsi menyampaikan identitas suatu bangunan. Komunikasi pertama antara pengguna dengan bangunan adalah komunikasi visual berupa proses mengenali fungsi, karakter, serta visi dan misi bangunan berdasarkan wujud fisik yang pertama kali dilihat. Aktivitas pengguna inilah yang perlu diakomodasi dalam desain fasad. Menurut Krier (2001), elemen fasad meliputi beberapa bagian. Seluruh elemen fasad merupakan kesatuan harmonis antara komponen fungsional dan komponen estetika suatu bangunan. Komponen fungsional tersebut meliputi entrance, bukaan, sun shading, serta bidang atap. Komponen estetika meliputi komposisi antara elemen vertikal dan horisontal, termasuk di antaranya garis, warna, bentuk, dan sebagainya. Di antara kendala yang muncul dalam desain fasad di suatu kompleks adalah masing-masing bangunan mewadahi unit fungsi yang berbeda, namun tetap harus memiliki keselarasan satu dengan yang lain. Keselarasan desain fasad pada suatu kompleks bangunan adalah gambaran tantangan desain pada fasad Pusat Kuliner Tradisional di Surakarta. Sebagai wadah wisata budaya, bangunan Pusat Kuliner Tradisional hendaknya memiliki desain yang mampu menunjukkan identitas budaya masyarakat setempat. Identitas budaya masyarakat setempat dapat dimunculkan dengan penerapan langgam Arsitektur Jawa sebagaimana yang telah diterapkan pada bangunan-bangunan ikonik di Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria fasad yang sesuai untuk diterapkan pada masing-masing massa bangunan Pusat Kuliner Tradisional di Surakarta. Penerapan desain fasad bukan hanya mempertimbangkan keselarasan antarmassa dalam satu kompleks, namun juga keselarasan dengan karakteristik budaya di Surakarta. 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini diawali dengan pengumpulan sampel fasad beberapa bangunan di Surakarta yang merepresentasikan langgam arsitektur setempat, yaitu Arsitektur Jawa. Sampel fasad tersebut