TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 1, No 9, Februari 2021, Hal 451-458 ISSN 2722-7987 (Media Online) Website https://ejurnal.seminar-id.com/index.php/tin Rahma Yuni Simanullang, TIN | Page 451 Sistem Pendukung Keputusan Penerima Bantuan Covid-19 Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Rahma Yuni Simanullang * , Melisa, Mesran Program Studi Teknik Informatika, Universitas Budi Darma, Medan, Indonesia Email: 1,* rahmayunisimanullang2009@gmail.com, 2 melisa15ap@gmail.com, 3 mesran.skom.mkom@gmail.com AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan penerimaan bantuan covid19. Pandemi COVID 19 sangat meresahkan, yang mengakibatkan banyak pengangguran. tingkat angka kemiskinan yang semakin meningkat, dan juga kasus angka kematian yang semakin meraja lela, mobanilitas masyarakat secara diri dan serta kerawanan keamanan. Dengan itu pemerintah berencana memberikan bantuan khusus umtuk masyarakat yang tidak mampu dalam menghadapi pandemic COVID 19 ini. Penyaluran bantuan social sebagai realisasi dari program jarring pengaman social selama pandemi COVID 19 menyisahkan banyak pekerja rumah, mulai dari berkurangnya pendapatan, ketetapan target hingga penyalurannya. Tetapi sering kali terjadi mekanisme penyaluran bantuan menjadi sangat rumit, ataupun berkurang nya jumlah nominal dan bahkan sering terjadi kurang tepatnya sarasan karena kriteria penerima bantuan tidak sesuai dengan data yang tidak akurat/ tidak sesuai kenyataan dilapangan, sehinnga terjadi kesalah pahaman antar masyarakat. Pada hakikatnya metode Simple Additive Weighting (SAW) sering dikenal dengan kata metode terbibot. Konsep dasar metode Simple Additive Weighthing (SAW) yaitu mencari penjumlahan terbobot dari ranting kinerja pada setiap alternative pada semua kriteria. Metode Simple Additive Weighting (SAW) membutuhkan proses normalisasi maktriks keputusan. Jadi penulis memakai metode Simple Additive Weighting atau sering dikatakan dengan istilah SAW. Untuk penyelesaian masalah ini, yaitu dengan menggunakan salah satu metode untuk mendapatkan penilaian kriteria majemuk dan lengkap dengan suatu kerangka berpikir konferensif melakukan pertimbangan hirarki yang selanjutnya dilakukanlah perhitungan bobot masing-masing kriteria untuk menentukan priorotas rekomendasi penerimaan bantuan COVID 19 sesuai dengan data. Pada hasil penelitian ini. Kata Kunci: SPK; Pandemi; COVID 19; Metode SAW AbstractThis study aims to determine the acceptance of covid19 assistance. The COVID 19 pandemic is devastating, resulting in a lot of unemployment. The poverty rate is increasing, and there are also cases of rampant mortality, the mobility of the community itself and security insecurity. With that, the government plans to provide special assistance for people who cannot afford to face the COVID 19 pandemic. The distribution of social assistance as a realization of the social safety net program during the COVID 19 pandemic has worried many homeworkers, starting from reduced income, setting targets to distribution. However, the mechanism for distributing aid often becomes very complicated, or the nominal amount decreases and there is often an inaccurate point of view because the criteria for beneficiaries do not match the data that is inaccurate / does not match the reality in the field, resulting in misunderstandings between the community. In essence, the Simple Additive Weighting (SAW) method is often known as the weighted method. The basic concept of the Simple Additive Weighthing (SAW) method is to find the weighted sum of the performance branches for each alternative on all criteria. The Simple Additive Weighting (SAW) method requires a decision matrix normalization process. So the author uses the Simple Additive Weighting method or it is often said with the term SAW. To solve this problem, namely by using one of the methods to obtain a multiple and complete assessment of criteria with a conferential thinking framework to carry out hierarchical considerations, then calculate the weight of each criterion to determine the priority recommendations for receiving COVID 19 assistance according to the data. On the results of this study. Keywords: SPK; Pandemic; COVID 19; SAW Method 1. PENDAHULUAN Virus corona termasuk virus dalam keluarga coronaviradeal. Pada manusia virus ini dapat menyebabkan infeksi pada penyaluran pernapasan. Biasanya pada manusia akan menimbulkan gejala batuk, pilek, sesak napas, dan suhu tubu tidak menentu, selain pada manusia virus ini juga dapat menyerang pada hewan. Pandemi COVID 19 tidak hanya mengakibatkan meningkatnya kasus positif yang disebabkan dari kurang perdulinya masyarakat dengan wabah ini, tetapi juga disertai dengan meningkatnnya angka kemiskinan, mobabilitas masyarakat secara dini, serta ketatnya keamanan. Pemerintah berencana memberikan bantuan khusus untuk masyarakat yang tidak mampu dalam menghadapi pandemic COVID 19 ini. Penyaluran bantuan social sebagai program jaring pengaman untuk mengurangi jumlah pasien COVID 19 yang menyisakan pekerja rumah, mulai dari berkurangnya pendapatan, hingga penyalurannya. Mekanisme penyaluran bantuan menjadi rumit, atau berkurang dan bahkan tidak tepat kesasaran karena kriteria penerimah bantuan yang tidak sesuai dengan data yang tidak efektif atau tidak sesuai kenyataan di dalam lapangan,sehingga terjadilah kesalah pahaman antar warga yang seharusnya mendapatkan abntuan tersebut , begitu juga dengan sebaliknya [1]. Bantuan Covid-19 ialah suatu program nasional dari pemerintahan untuk keluarga rentan yang terdampak Covid19 selama masa PSBB. Pandemii COVID-19 yang telah terjadi di Indonesia menyebabkan pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah. Kebijakan tersebut dapat mengubah aktivitas sosial perekonomian setiap masyarakat seperti transportasi terbatas, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi dan hiburan ditutup. Keadaan seperti ini berdampak sangat leluasa untuk kondisi sosial ekonomi masyarakat termasuk berlangsungnya pekerjaan dan penurunan pendapatan pekerja [2]. Pandemic covid tidak hanya mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat saja. Bagi para petinggi Negara pandemic ini juga merugikan diberbagai macam sektorr peergerakan nasional, contohnya disektor ekonomi, industry sandang dan pangan, serta keuangan rupiah yang semakin hari semakin sangat menurun. Tentu saja hal itu