E-ISSN: 2620-8059 60 JISA TANAH SANGKOL SEBUAH GENEOLOGI ECO-TEOLOGI PELESTARI LINGKUNGAN MANUSIA SUMENEP A Zahid, 1 Abdulloh Chakim, 2 Agustini Kala Ayu 3 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 1 Utrecht University Netherlands 3 Email: azahid19@uinsatu.ac.id, 1 Abdulloh.chakim@uinsatu.ac.id, 2 nitiaagustini@gmail.com 3 Abstract The agrarian problem in Sumenep has become an interesting issue in recent years. Many investors, both from inside and outside, are coming in, from the tanah sangkol becoming shrimp ponds, beaches that are starting to disappear, and rice fields that are starting to be planted with iron for hotels and housing. In fact, Sumenep, which has historical roots in the genealogy of eco-theology in environmental conservation, must now be questioned. Qualitative research as a method for obtaining in-depth data using observation and deep interview, the data obtained will be analyzed by data collection, data reduction, and drawing conclusions. The results of this research show that the eco-theological genealogy of the Sumenep community in preserving the environment can be seen in the form of the socio-historical genealogy of Syeh Ahmad Baidlawi or known as kiai Katandur ,who preaches an agricultural approach. Apart from that, the identity of the people of Sumenep is part of their "Kemadura" identity tanah sangkol is a source of pride for the people of Sumenep, one way of caring for the land and the environment is now starting to be questioned . Key Word: Tanah Sangkol, Genealogy Eco-theology, Sumenep Society Abstrak Persoalan agraria di Sumenep menjadi isu yang menarik dalam beberapa tahun ini. Maraknya investor baik dari dalam maupun luar berdatangan, dari peralihan tanah sangkol menjadi tambak udang, bibir pantai yang mulai hilang, hingga persawahan yang mulai ditanam besi-besi perhotelan dan perumahan. Padahal, Sumenep yang memiliki akar historis tentang genealogi eco-teologi dalam pelestarian lingkungan, kini harus dipertanyakan. Penelitian kualitatif sebagai sarana metode guna mendapatkan data yang mendalam dengan menggunakan observasi dan deep interview, data yang diperoleh akan dianalisis dengan pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa genealogi Eco-teologi masyarakat Sumenep dalam melestarikan lingkungan, bisa dilihat pada bentuk genealogi sosio-historis Syeh Ahmad Baidlawi atau dikenal dengan sebutan kiai Katandur, yang melakukan dakwa dengan pendekatan pertanian. Selain itu, Identitas masyarakat Sumenep sebagai bagian dari identitas “Kemaduraanya” bah wa tanah sangkol merupakan harga diri bagi masyarakat Sumenep, salah satu dari cara merawat tanah dan lingkungan kini mulai dipertanyakan. Kata Kunci: Tanah Sangkol, Genealogi Eco-Teologi, Masyarakat Sumenep [[ Submitted: Maret 13,2024 [[ Accepted: Mei 31, 2024 [[ Published: Juni 10, 2024