Indonesian Collaboration Journal of Community Services Vol. 3, No. 4, November 2023 https://doi.org/10.53067/icjcs.v3i4 e-ISSN: 2807-3371 | p-ISSN: 2807-338X 313 PENERAPAN IDENTITY AWARENESS TRAINING UNTUK PENINGKATAN REGULASI PADA ATLET REMAJA SENTRA LATIHAN OLAHRAGAWAN MUDA POTENSIAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Rachman Widohardhono *1 , Miftakhul Jannah 2 , Wafiq Alfina Oktafiani 3 , Andy Ledy Permata Putri 4 , Nabila Rachman 5 1,2 Prodi D4 Kepelatihan Olahraga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Lecturer Authors) 3,4 Prodi D4 Kepelatihan Olahraga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Student Author) 5 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahin (Student Authors) Email: rachmanwidohardhono@unesa.ac.id 1 Abstract The National Potential Young Athlete Training Center is part of the Grand National Sports Design. Potential young athletes are at youth level and have a dual role as athletes and students. This dual role requires self-regulation abilities. Therefore, identity awareness training activities were held. This activity aims to increase self-regulation scores in teenage athletes who are members of SLOMPN UNESA. The results showed that 70.83% experienced an increase in scores after carrying out the activities. The identity awareness training mechanism makes athletes more familiar with what adolescence is like and the dual roles they play today. Other results regarding the implementation of activities are shown by the evaluation score for the implementation of activities which is very good at 83.33. Keywords: Identity Awareness Training, Self-regulation, adolescence, athlete Abstrak Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN) merupakan bagian dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Atlet muda yang potensial berada pada level remaja sekaligus memiliki peran ganda sebagai atlet dan sebagai pelajar. Peran ganda tersebut memerlukan kemampuan regulasi diri. Maka dari itu diadakan kegiatan identity awareness training. Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan skor regulasi diri pada atlet remaja yang tergabung di SLOMPN UNESA. Hasil menunjukkan 70,83 % mengalami kenaikan skor sesudah dilaksanakan kegiatan. Mekanisme identity awareness training membuat atlet lebih mengenal bagaimana masa remaja, serta peran ganda yang dijalankan saat ini. Hasil lain mengenai penyelenggaraan kegiatan ditunjukkan melalui skor evalusi penyelenggaraan kegiatan berada pada sangat baik sebesar 83,33. Kata kunci: Identity awareness training, Regulasi diri, Remaja, Olahragawan LATAR BELAKANG PELAKSANAAN Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) merupakan suatu program Menpora dalam mencari bibit unggul usia remaja untuk dibina agar menjadi atlet yang profesional dengan menggunakan terminologi Long Term Athlete Development (Amali, 2022). Pada pelaksanaannya, atlet DBON ditempatkan di Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN) yang tersebar di berbagai Perguruan Tinggi, salah satunya berada di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN) merupakan suatu wadah dalam menghasilkan bibit unggul baru yang di bina agar semakin matang dan siap menjadi atlet yang berprestasi sehingga dapat menuju jenjang yang lebih baik. Pada kenyataannya untuk menghasilkan bibit unggul baru tidak semudah yang dibayangkan. Peneliti melakukan pendekatan awal dengan melakukan wawancara kepada salah satu atlet DBON