Jurakunman.Vol.17 No.1 Januari 2024 ISSN : 2086 – 681x (P) www.jurakunman.stiesuryanusantara.ac.id ISSN : 2654 - 8216 (O) 62 PENERAPAN ISAK 35 DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA ORGANISASI NONLABA Duwi Rahayu 1 , Alliyah Ayu Prismawanti Berlian 2 (Program Studi Akuntansi, Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sidoarjo) Email: duwirahayu@umsida.com Abstract The mosque is an entity that is not oriented to seek profit, one of the important aspects in managing the mosque is the financial accountability report. IAI states that there are accounting standards that are specific to the recording and presentation of financial statements of non-profit entities to realize a good form of Accountability Report. The standard that regulates the financial reporting of non- profit entities is Financial Accounting Standard No. 35 (ISAK 35). With the implementation of ISAK 35 in the presentation of mosque financial statements, the public and interested parties will get information related to the performance of mosque administrators and treasurers. The object of this research is one of the AAAA Mosques in Sidoarjo Regency. Data were collected through a series of interviews and observations and literature. Until now, the AAAA Mosque in Sidoarjo only presents simple financial reports, namely cash in and cash out reports. This study aims to simulate the preparation of the AAAA Mosque's financial statements based on ISAK 35. The financial statements produced include the Statement of Financial Position, Statement of Comprehensive Income, Statement of Cash Flows and Notes to Financial Statements. Keywords : Mosque; Non Profit Entities; Financial Reporting; ISAK 35 PENDAHULUAN Akuntansi memiliki fungsi dalam pengelolaan suatu entitas, baik entitas yang berorientasi pada laba ataupun non laba. Akuntansi memberikan informasi dan dapat menyajikan kondisi keuangan entitas dalam bentuk laporan keuangan (Setiadi, 2021). Entitas nonlaba memiliki perbedaan dengan entitas bisnis, dimana entitas nonlaba tidak berorientasi untuk mendapatkan laba. Meskipun demikian, entitas non laba tidak terlepas dari kegiatan transak keuangan karena entitas nonlaba mempunyai sumber pendapatan yang berasal dari donatur, zakat, infaq dan sumber lainnya. Entitas nonlaba memperoleh dana dari para donatur yang tidak menginginkan pengembalian dalam bentuk manfaat ekonomi yang nilainya sebanding dengan nominal dana yang diberikan (IAI, 2018). Entitas non laba juga menyusun anggaran, mengeluarkan biaya operasional yang bersifat rutin seperti membayar biaya pengelolahan masjid, biaya listrik, biaya air, biaya pemeliharaan gedung, dan lain sebagainya (Setiadi, 2021). Kegiatan transaksi di atas, mengakibatkan terjadinya siklus akuntansi, arus kas, muncul perlakuan akuntansi di setiap transaksi dan adanya kebutuhan untuk menyajikan laporan keuangan untuk memberikan kepercayaan bagi para donatur (Wardayati & Sayekti, 2021) (IAI, 2018).