VALIDASI DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DI SMAN 6 MALANG (VALIDATION AND ASSURANCE OF EDUCATIONAL QUALITY AT SMAN 6 MALANG) Arlintang Sekar Phambayun 1 , Feby Gita Ekawati 2 , Rindu Ayu Amalia 3 , Agus Wedi 4 1,2,3,4 Departemen Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang Email :arlintang.sekar.2301216@students.um.ac.id, febi.gita.2301216@students.um.ac.id , rindu.ayu.2301216@students.um.ac.id, agus.wedi.fip@um.ac.id Abstract This study aims to evaluate the implementation of quality assurance and validation at SMAN 6 Malang, based on the Internal Quality Assurance System (SPMI) using the PDCA (Plan–Do–Check–Act) cycle and the eight National Education Standards (SNP). A descriptive quantitative method was applied with data collected via questionnaires to teachers and students. The results showed that the highest average scores were obtained in process standards (3.60) and management standards (3.58), indicating effective teaching and school administration. Meanwhile, the graduate competency standard (3.26) and financing standard (3.29) received lower scores, suggesting areas for improvement. Analysis also revealed consistent implementation of the PDCA cycle. Key findings included strong student participation in organizations, positive perceptions of teacher assessment, and the potential for developing blended learning. This research provides essential empirical insight for data-driven educational quality improvement. Keywords: Education Quality Assurance; PDCA, SPMI; National Education Standards; Quality Evaluation; Validation; Learning Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan validasi dan penjaminan mutu pendidikan di SMAN 6 Malang berdasarkan pendekatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang mengacu pada prinsip PDCA (Plan–Do–Check–Act) dan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket kepada guru dan siswa. Hasil menunjukkan bahwa standar proses (3.60) dan pengelolaan (3.58) memperoleh skor tertinggi, menandakan pelaksanaan pembelajaran dan manajemen sekolah berjalan sangat baik. Sementara itu, standar kompetensi lulusan (3.26) dan pembiayaan (3.29) memperoleh skor lebih rendah, menunjukkan perlunya peningkatan. Analisis juga menunjukkan bahwa prinsip PDCA telah diimplementasikan secara cukup konsisten. Temuan menarik meliputi partisipasi aktif siswa dalam organisasi, persepsi positif terhadap penilaian guru, dan potensi pengembangan blended learning. Penelitian ini memberikan gambaran empiris penting untuk pengembangan mutu pendidikan berbasis data. Katakunci: Penjaminan Mutu Pendidikan; PDCA; SPMI; Standar Nasional Pendidikan; Evaluasi Mutu; Validasi; Pembelajaran PENDAHULUAN Mutu pendidikan adalah dasar utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan bersaing. Untuk mencapai pendidikan yang baik, diperlukan suatu sistem jaminan mutu yang dapat memastikan bahwa semua proses dan hasil pembelajaran telah memenuhi kriteria yang ditentukan. Di Indonesia, Standar Nasional Pendidikan (SNP) berfungsi sebagai panduan yang meliputi delapan komponen, yaitu: Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan (Permendikbud No. 28 Tahun 2016). Salah satu metode terorganisir yang digunakan untuk menjamin kualitas pendidikan di tingkat sekolah adalah Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPPMI). SPMI mengambil prinsip PDCA (Plan-Do-Check-Act) yang 4 Agus Wedi 3 Rindu Ayu Amalia 2 Feby Gita Ekawati 1 Arlintang Sekar Phambayun