82 | Seminar Nasional Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0 NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM CERITA RAKYAT BATU GAJAH DI KABUPATEN KUDUS Nova Daniar Adriyanti, Sarwiji Suwandi, dan Slamet Subiyantoro Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret Email: novadaniar@student.uns.ac.id Abstrak: Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Cerita rakyat pada umumnya mengisahkan tentang suatu kejadian pada masa lampau di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Namun keberadaannya sekarang hampir punah karena tidak dilestarikan oleh masyarakat. Akibatnya masyarakat tidak bisa menerapan nilai-nilai termasuk nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk usaha untuk melestarikan cerita rakyat dan sebagai upaya kesadaran masyarakat untuk menerapkan nilai kearifan lokal terutama dalam cerita rakyat dengan meneladani nilai-nilai positif di dalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diambil berupa hasil wawancara yang ditranskripkan dalam tertulis dan dokumen-dokumen terkait dari cerita rakyat ini. Teknik pengumpulan datanya adalah (1) wawancara, (2) pencatatan, (3) analisis dokumen. Teknik analisis datanya dengan cara reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini ditemukan lima nilai kearifan lokal, (1) nilai kesejahteraan, (2) nilai kedamaian, (3) nilai kerukunan, (4) nilai kejujuran, dan (5) nilai rasa syukur. Kata kunci: cerita rakyat, nilai kearifan lokal, batu gajah, Kudus, budaya Jawa PENDAHULUAN Cerita rakyat adalah sebuah cerita yang diturunkan secara turun-temurun. Cerita rakyat dapat diartikan sebagai ekspresi budaya suatu masayarakat lewat bahasa tutur yang berhubungan langsung dengan berbagai aspek budaya seperti agama dan kepercayaan, undang- undang kegiatan ekonomi sistem kekeluargaan dan susunan nilai sosial masyarakat tersebut. Keberadaan cerita rakyat hampir punah. Pasalnya masyarakat sekarang tidak melestarikan cerita rakyat kepada generasi selanjutnya. Penelitian yang sudah dilakukan penulis bahwa hanya 20% masyarakat daerah sekitar yang hanya mengetahui cerita rakyat yang berada di daerah tersebut. Ini merupakan bukti bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan cerita rakyat di daerah mereka. Menurut Isnanda, Gusnetti, dan Syofiani (2015) cerita rakyat adalah sebagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki bangsa Indonesia. Pada umumnya, cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa. Fungsi cerita rakyat selain sebagai hiburan, juga bisa dijadikan suri tauladan terutama cerita rakyat yang mengandung pesan-pesan pendidikan moral. Cerita rakyat yang kaya akan nilai-nilai moral dan kearifan lokal, bisa dijadikan sarana komunikasi untuk mengajarkan nilai-nilai pendidikan tentang kehidupan kepada masyarakat. Masyarakat Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budayanya dan tradisinya. Budaya dan tradisi mulia ini berasal dari ratusan suku yang mendiami nusantara. Masing-masing suku memiliki kebiasaan, cara hidup, nilai, bahasa, dan kehidupan spiritual yang berbeda. Tradisi lokal dilestarikan dalam masyarakat sebagai identitas, di mana nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam tradisi digunakan sebagai pedoman, diyakini sebagai kebenaran dan kesakralan oleh masyarakat. Nilai-nilai budaya kemudian membentuk kearifan lokal yang tercermin dalam konsep solidaritas sosial masyarakat dalam melakukan aktivitasnya. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by FKIP UNS Journal Systems