Volume II Nomor 1, April 2016 (Ambo Intang) Flywheel Jurnal Teknik Mesin Untirta 9 STUDI PENGARUH TEKANAN PENGEREMAN DAN KECEPATAN PUTAR RODA TERHADAP PARAMETER PENGEREMAN PADA REM CAKRAM DENGAN BERBASIS VARIASI KANVAS Ambo Intang 1* 1 JurusanTeknik Mesin. Fakultas Teknik, Universitas Tamansiswa Palembang, Jl. Tamansiswa No. 261 Palembang * Email: ambo.intang@gmail.com Abstrak Pada penelitian ini akan diteliti beberapa variabel yang saling mempengaruhi satu sama lain dengan tiga variasi kanvas, kecepatan putar roda dan tekanan pengereman. Untuk mengetahui hubungan antar variabel pengereman tersebut yaitu mealalui alat uji rem cakram yang sengaja dibuat dalam penelitian ini, dipilihnya rem cakram karena konstruksinya lebih sederhana dan kapasitas pengeremannya lebih tinggi dibandingkan dengan sistem lain. Dari ketiga variasi kanvas tersebut akan diuji waktu pengereman yang dibutuhkan pada putaran dan tekanan tertentu sampai roda berhenti berputar. Berdasarkan waktu pengereman yang didapat tersebut maka akan didapat variabel operasi pengereman yang lain termasuk gaya pengereamn sampai pada angka koefisien gesek, sehingga tingkat efisiensi pengereman termasuk umur kanvas bisa ditentukan pada masing masing kanvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efesiensi pengereman, mengikuti kecendrungan Kapasitas, Gaya gesek , koefisien gesek dan Umur pengereman meningkat dengan naiknya tekanan pengereman dan menurun dengan naiknya putaran. Variabel yang sangat berpengaruh pada umur pengereman berdasarkan jumlah kontaknya adalah tingkat koefisen gesek pengereman yang terjadi. Pad I (Pad standar) adalah Pad yang paling dominan dalam menunjukkan berbagai hubungan variabel pengerman yang tersebut diatas. Kata kunci : Pad, Kecepatan putar, Tekanan, Variabel pengereman PENDAHULUAN Kendaraan bermotor sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar pada era mobilitas tinggi seperti sekarang ini. Kendaraan bisa bekerja normal jika seluruh sistem pendukungnya berfungsi dengan baik. Salah satu sistem pendukung yang sangat menentukan adalah Sistem Rem. Umumnya, rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar dan melibatkan berbagai variabel. Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang timbul antara dua objek sehingga terjadi penurunan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti. Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (energi gerak) untuk menggerakan kendaraan. Sebaliknya, pengereman mengubah energi kinetik kembali menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan (Yanuar., Satyadarma,D. & Noerdin,B. 2010). Energi kinetik meningkat sebanyak pangkat dua kecepatan (E = ½m·v2). Ini berarti bahwa jika kecepatan suatu kendaraan meningkat dua kali, ia memiliki empat kali lebih banyak energi. Rem harus membuang empat kali lebih banyak energi untuk menghentikannya dan konsekuensinya, jarak yang dibutuhkan untuk pengereman juga empat kali lebih jauh (Sukamto 2012). Salah satu sistem pengereman yang banyak diaplikasikan pada kendaraan adalah sistim pengereman cakram dengan menggunakan mekanisme hidrolik, cairan disimpan dalam sebuah reservoir (tempat penyimpanan) yang biasa disebuat sebagai master cylinder. Ketika tuas ditekan, tenaga tekan pada tuas rem akan memompa cairan dalam reservoir ini melalui selang rem ke dalam piston yang dipasang pada roda. Aliran cairan ini akan membuat piston rem yang posisinya saling berhadapan ini akan memanjang dalam arah yang berlawanan sehingga mendorong sepatu rem yang menempel kepadanya, menjepit cakram. Tenaga jepit ini menghasilkan tenaga friksi ( friction) untuk melawan tenaga rotasi roda. Ketika tekanan dilepaskan maka cairan yang ada pada cylinder roda akan kembali ke master cylinder. Kanpas rem merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan khususnya kendaraan darat. Untuk mendapatkan pengereman yang maksimal maka dibutuhkan kampas rem dengan kemampuan pengereman yang baik, Kualitas kampas rem dipengaruhi oleh kekerasan dan bahan kampas rem (Amelia dan