Jurnal Melayu Bil. 15(2) 2016 INDONESIA-MALAYSIA CULTURAL NETWORK OF MINANGKABAU DIASPORA: A PRELIMINARY FINDING ARIS ARIF MUNDAYAT Universiti Putra Malaysia risrif@gmail.com ABSTRACT This article assesses social and cultural network between Indonesia and Malaysia through the Minangkabau diaspora in Malaysia within the context of cultural change. Qualitative method used in this study includes the observation of the Minangkabau cultural changes, then the documentary studies to explore the historical information regarding Minangkabau diaspora in Malaysia and its impact to the matrilineal kinship system. The unstructured interview also used to interview the second, third or fourth generation of Minangkabau diaspora, and the new migrant Minangkabau. This paper introduces the concept of “patrilinealization” and “nuclear-familization” that influence to the cultural change among the third or fourth generation of Minangkabau diaspora. These factors have made them uprooted from their cultural roots; however, some are practicing the hybrid culture. Although this paper shows about the social and cultural changes of Minangkabau in Malaysia, the potency of social and cultural networks remains potential as they still utilizing their network for cultural and economic purposes. The network between the diasporic communities in Malaysia has a positive potency to develop cultural community network in the region. Keywords: Minangkabau; cultural network; diaspora; Malaysia; Indonesia JARINGAN BUDAYA INDONESIA-MALAYSIA MELALUI PERANTAUAN MINANGKABAU: DAPATAN AWAL ABSTRAK Kertas kerja ini mengkaji jaringan sosial dan budaya antara Indonesia dengan Malaysia melalui diaspora Minangkabau di Malaysia dalam konteks perubahan kebudayaan. Metode kajian qualitative yang digunakan dalam kajian ini meliputi pemerhatian terhadap perubahan kebudayaan Minangkabau. Kajian dokumen juga digunakan untuk menjelaskan sejarah diaspora Minangkabau di Malaysia dan kesannya terhadap system kerabat matrilineal. Kemudian, temu bual secara tidak terstruktur juga dilakukan kepada keturunan diaspora Minangkabau generasi ke tiga atau ke empat. Kertas kerja ini memperkenalkan konsep “patrilinealisation” dan “nuclear-familisation” yang berpengaruh terhadap perubahan budaya dalam kalangan generasi ketiga atau keempat Minangkabau diaspora. Faktor ini telah membuat mereka tercabut daripada akar budaya mereka. Walau bagaimanapun, masih ada yang mengamalkan budaya hibrid. Meskipun kertas kerja ini menunjukkan tentang perubahan sosial dan budaya Minangkabau di Malaysia, jaringan sosial dan kebudayaan masih wujud kerana mereka masih menggunakan jaringan mereka untuk kepentingan ekonomi. Jaringan antara masyarakat diaspora di Malaysia mempunyai potensi positif untuk membina hubungan komuniti budaya di rantau ini. Kata kunci: Minangkabau; jaringan budaya; diaspora; Malaysia; Indonesia brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by UKM Journal Article Repository