Medkom: Jurnal Media dan Komunikasi Volume 02 Nomor 01 (2021) 1-14 https://e-journal.unair.ac.id/Medkom ISSN : 2776-3609 (Online) Jancuk : Public perception on the use of swear words in Communication among Arek Cultural Community in East Java Ahmadintya Anggit Hanggraito Manajemen Bisnis Pariwisata, Politeknik Negeri Banyuwangi, Indonesia Email: ahmadintya.anggithanggraito@poliwangi.ac.id ABSTRACT Jancuk is a swear word and has become part of the cultural communication of arek in East Java, Indonesia. This research tries to analyze the perception and meaning of jancuk from Indonesian society. This research is descriptive research through a qualitative approach. 121 representative respondents were obtained through purposive sampling. Then, the data will be triangulated to draw conclusions and recommendations. The results showed that the period of education and growth became the jancuk word's absorption phase. The results of the analysis explain that Jancuk is not perceived negatively. Its depends on the intensity of emotion in communication. However, Jancuk is still perceived as a word that violates politeness in the communication process. Then, the main meaning of jancuk consists of: humiliation, annoyance, disappointment, surprise, and a symbol of intimacy or humor. Based on this research, the perception of words in a particular culture can be seen as an expression that has various meanings. It is expected that this research will provide the reason for the public that jancuk can be an important contributor to the process of enriching social cross-cultural communication materials. Keywords: Jancuk; swear words; Cultural communication; Public Perception ; Meaning. ABSTRACT Jancuk merupakan sebuah pisuhan dan telah menjadi bagian dari komunikasi budaya arek Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini berusaha menganalisis persepsi dan pemaknaan jancuk dari masyarakat Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang mendapatkan 121 responden yang representatif melalui purposive sampling. Selanjutnya, dilakukan triangulasi data agar menghasilkan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan masa pendidikan dan bertumbuh menjadi fase penyerapan kata jancuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa, jancuk tidak dipersepsikan secara negatif. Hal ini dikarenakan adanya ketergantungan terhadap intensitas emosi dalam komunikasi seseorang. Namun, Jancuk tetap dipersepsikan sebagai kata yang menyalahi tata krama dalam proses komunikasi. Kemudian, pemaknaan utama dari jancuk terdiri atas: penghinaan, kekesalan, kekecewaan, keterkejutan, dan simbol keakraban. Berdasarkan penelitian ini, persepsi terhadap kata dalam sebuah budaya tertentu dapat dilihat sebagai ungkapan yang memiliki berbagai pemaknaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan justifikasi terhadap masyarakat bahwa, jancuk dapat menjadi kontributor penting dalam proses memperkaya materi komunikasi antar budaya dalam masyarakat. Kata kunci : Jancuk; Pisuhan; Komunikasi budaya; persepsi masyarakat; makna A. PRELIMINARY 1 Medkom: Media and Communication Journal Volume 02 Nomor 01 (2021) 1-14