PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF DALAM MEMBANGUN KREATIFITAS ANAK USIA DINI KELAS B (USIA 4-6 TAHUN) DI TAMAN KANAK-KANAK NURUL ILMI PASAMAN BARAT Farida Mayar, 1 Mellie Guspita Yanty 2 Pendidikan Anak Usia Dini,Universitas Negri Padang Emaile, mayarfarida@.com 1 yantymellieguspita@gmail.com 2 Abstrak Penelitian ini mengkaji secara mendalam pengaruh permainan tradisional sebagai media interaktif dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini kelompok B yang berusia 4-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Nurul Ilmi Pasaman Barat. Latar belakang penelitian ini melihat sudah hampir tidak terlihat lagi permainan tradisional ini karena pengaruh permainan yang modren yang di dapat dari bermacam teknologi yang saat ini berada dekat dengan anak yang kreatifitasnya kurang terlihat. Oleh karena itu peneliti merasa penting untuk menstimulasi kreativitas sejak dini sebagai fondasi perkembangan holistik anak, di tengah dominasi media digital yang cenderung membatasi interaksi langsung dan eksplorasi bebas. Melalui permainan tradisional seperti permainan lore,toto dan kasti, dengan kekayaan nilai budaya dan karakteristik interaktifnya, diyakini dapat menjadi solusi efektif untuk mendorong imajinasi, pemecahan masalah, serta ekspresi diri pada anak usia dini di Taman Kanak- Kanak Nurul Ilmi Pasdaman Barat . Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen kuasi. Sampel penelitian melibatkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dari populasi anak kelas B pada usia 4-5 tahun di TK Nurul Ilmi Pasaman Barat, dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap indikator kreativitas seperti kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi, serta tes kreativitas yang disesuaikan dengan usia anak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t independen untuk membandingkan skor kreativitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas yang signifikan pada kelompok eksperimen yang mendapatkan intervensi permainan tradisional, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Permainan seperti engklek, congklak, dan ular naga terbukti memfasilitasi anak untuk berinteraksi sosial, bernegosiasi, dan bekerja sama, sekaligus memberikan ruang untuk imajinasi dan eksplorasi ide- ide unik. Temuan ini menggaris bawahi bahwa inter aktivitas dalam permainan tradisional menciptakan lingkungan belajar yang mendukung anak untuk bereksperimen tanpa takut salah, sejalan dengan teori perkembangan kognitif Vygotsky. Implikasi penelitian ini adalah urgensinya untuk mengintegrasikan permainan tradisional secara lebih sistematis dalam kurikulum TK Nurul Ilmi, guna untuk mengoptimalkan potensi kreativitas anak Usia Dini Di Taman Kanak-.Kanak Nurul Ilmi Pasaman Barat. Kata Kunci: Permainan Tradisional, Media Interaktif, Kreativitas Anak, Anak Usia Dini, Pendidikan Anak Usia Dini. Abstract This study examines in depth the influence of traditional games as interactive media in developing the creativity of early childhood group B aged 4-5 years at Nurul Ilmi Kindergarten, West Pasaman. The background of this study is based on the importance of stimulating creativity from an early age as a foundation for children's holistic development, amidst the dominance of digital media that tends to limit direct interaction and free exploration. Traditional games, with their rich cultural values and interactive characteristics, are believed to be an effective solution to encourage imagination, problem solving, and self-expression in early childhood at Nurul Ilmi Kindergarten, West Pasaman. The research method used is quantitative with a quasi-experimental design. The research sample involved a control group and an experimental group from the population of class B children aged 4- 5 years at Nurul Ilmi Kindergarten, West Pasaman, selected by purposive sampling. Data were collected through direct observation of creativity indicators such as fluency, flexibility, originality, and elaboration, as well as creativity tests adjusted to the child's age. Data analysis was carried out using an independent t-test to compare creativity scores between groups. The results of the study showed a significant increase in creativity in the experimental group that received traditional game intervention, compared to the control group. Games such as engklek, congklak, and ular naga have been shown to facilitate children to interact socially, negotiate, and work together, while providing space for imagination and exploration of unique ideas. These findings underline that interactivity in