Volume VIII, No.3, Juli 2023 Hal 6468 - 6472 6468 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Adsorpsi Zat Pewarna Metilen Biru Menggunakan Karbon Berpori Teraktivasi NaOH Eka Marya Mistar 1 *, Chairul Amni 2 , Ikramullah Zein 3 , Maulinda 4 , Teuku Muhammad Zulfikar 5 , Ida Hasmita 6 1,6 Program Studi Teknik Kimia, Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Indonesia 2,3,4 Program Studi Teknik Industri, Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Indonesia 5 Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh Indonesia *Koresponden email: eka.marya.mistar@serambimekkah.ac.id Diterima: 28 Juni 2023 Disetujui: 15 Juli 2023 Abstract Methylene blue (MB) is a dye which is frequently employed in the dyeing process of cotton, wood, and silk. However, the disposal of the wastewater without proper treatment process can lead to environmental issues. The use of different biosorbents as alternative low-cost adsorbents in removing MB has been extensively studied and investigated, including their adsorption capacities and experimental conditions. This research aims were focus to determine the adsorption of methylene blue with activated carbon. In this study, activated carbon produced from NaOH-activated yellow bamboo was utilized as a biosorbent to adsorb MB from aqueous media. Activated carbon was put into a fixed bed column with variations in the flow rate of the MB solution; 5 mL/minute and 10 mL/minute. The adsorption results indicated that the highest absorption capacity of MB was 8.23 mg/L at a flow rate of 5 mL/minute at an adsorption time of 100 minutes. Keywords: Methylene blue, activated carbon, biosorbent, NaOH Abstrak Metilen biru (MB) merupakan suatu zat pewarna yang sering digunakan pada proses pewarnaan kapas, kayu dan sutra. Tetapi pembuangan air limbah berwarna tanpa pengolahan yang tepat dapat mengakibatkan berbagai masalah lingkungan. Penggunaan biosorben yang berbeda sebagai adsorben berbiaya rendah alternatif dalam menghilangkan MB telah dipelajari dan dikaji secara luas, termasuk kapasitas adsorpsi dan kondisi eksperimentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adsorpsi methylene blue pada karbon aktif. Dalam penelitian ini, karbon aktif yang diproduksi dari bambu kuning teraktivasi NaOH digunakan sebagai biosorben untuk menyerap MB dari media berair. Karbon aktif dimasukkan ke dalam kolom unggun tetap dengan variasi laju alir larutan MB yaiut 5 mL/menit dan 10 mL/menit. Hasil adsorpsi mengindikasikan bahwa daya serap MB tertinggi yaitu 8.23 mg/L pada laju alir 5 mL/menit pada waktu adsorpsi menit ke 100. Kata kunci : metilen biru, karbon aktif, biosorben, NaOH 1. Pendahuluan Dewasa ini, penggunaan zat warna sintetik pada industri tekstil sudah semakin meluas. Namun, jumlah pewarna yang menempel pada substrat tekstil selama pemrosesan bervariasi, bahkan hanya mencapai hingga 50% (misalnya pada kapas) dari pewarna reaktif yang digunakan [1]. Akibatnya, sejumlah besar pewarna terbuang ke lingkungan, terutama di media cair [2;3]. Secara umum, pewarna merupakan masalah serius bagi kesehatan manusia dan keamanan lingkungan. Mereka bisa menjadi racun dan karsinogenik dan merupakan molekul yang sulit ditangani. Pembuangan air limbah berwarna tanpa pengolahan yang tepat dapat mengakibatkan berbagai masalah seperti kebutuhan oksigen kimiawi (COD) oleh badan air, dan peningkatan toksisitas [4]. Kehadiran pewarna dalam air, bahkan pada konsentrasi rendah, beracun bagi spesies hidup dan dapat menyebabkan penghambatan fotosintesis spesies air, pengurangan zat terlarut [5]. Metilen biru (MB) merupakan salah satu zat yang paling umum digunakan untuk mewarnai kapas, kayu dan sutra. Meskipun MB tidak terlalu berbahaya, namun dapat menyebabkan beberapa efek berbahaya dimana paparan akut terhadap MB dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, muntah, sianosis, serta nekrosis jaringan pada manusia [6]. Inovasi dan penelitian dalam pengelolaan lingkungan hidup sangat diperlukan untuk mengurangi dampak berbahaya zat tersebut terhadap manusia dan ekosistem. Penghilangan zat warna dengan fotokatalitik oksidasi, mikrobiologi atau dekomposisi enzimatik dan